5 Trik Menabung Anti Galau

Berawal dari kegalauan seorang adik, boru Saragih. Si pemilik nama lengkap Alfani Rara Saragih, alias Mincil, seorang akhwat bertubuh imut. Tepatnya tanggal 6 Novmber 2017, pukul 21.23, “Kak, nabong itu gimana?” pesan singkat dari aplikasi whatsapp yang aku terima malam itu.

Seperti biasa, aku tipikal orang yang kalau butuh pemaparan panjang pastilah memilih untuk mendiskusikannya secara langsung, yang akhirnya diskusi kami tentang trik menambung anti galau tertunda hingga bulan Desember, dan baru kami bahas serta praktekan kemarin sore, 3 Desember 2017. Bukan karena aku mangkir janji sih, lebih tepatnya kami selalu saja lupa membahas setiap kali bertatap muka. Padahal yak an, seminggu bisa tiga kali kami berjumpa.

5 Trik Menabung Anti Galau

5 Trik Menabung Anti Galau

Oke, sebelum kita masuk ke pokok pembahasan. Mungkin aku cerita sedikit ya, kenapa pada akhirnya seorang Mincil bisa galau abis mengenai angka di tabungannya kok enggak nambah-nambah digit angkanya, hehehe.

Cerita ini dimula dari lulusnya Mincil dalam program Pemuda Mendunia Chapter Korea Selatan, yang diinisiasi oleh Studec International. Sedikit info, gadis penyuka Korea ini sangat hobi nonton film drakor hingga budaya Korea yang sangat mendunia. Di samping itu, dia sangat penasaran dengan kehidupan Muslim di Korea. Alasan itulah yang membuatnya sangat bermimpi bisa menginjakkan kaki ke Negara Ajusi itu.

Keberangkatannya ke Korea membawa misi culture exchanges Indonesia – Korea. Pihak penyelenggara hanya menanggung biaya akomodasi peserta selama di Korea saja. Namun, untuk biaya keberangkatan, peserta harus menanggungnya sendiri. Inilah yang menjadi kegalauan Mincil mulai dari November hingga menuju 25 Desember, jadwal keberangkatannya.

Dana yang dibutuhkan oleh seorang Mincil pada saat itu adalah 10 juta rupiah. Mungkin bagi kita orang awam, dana segitu kalau dikumpulkan di bawah satu bulan, sungguhlah sesuatu yang mustahil. Namun, bagi seorang Nasution Rizky ini adalah sesuatu yang sangat mungkin.

Penasaran caranya? Yuk, langsung saja kita ulas 5 Trik Menabung Anti Galau yang in syaa Allah bisa membantu teman-teman terbebas dari permasalahan financial yang kerap kali melanda pada musim akhir bulan tiba. Terutama bagi mereka kaum penghuni kost-kost-an.

1. Luruskan Niat 

Tidak sedikit dari kita yang mengaku kalau menabung itu sulit, rumit, dan seperguruannya. Tidak bagiku. Menabung itu langkah awalnya ya soal niat sih. Kita menabung untuk apa, mau dipakai kapan, dan kita tidak terpakai mau diapakan.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka” (QS. Ath Tholaq: 2 – 3).

Ini adalah konsep awal kita, bahwa rezeki itu bukan hasil dari apa yang kita tabung. Melainkan, Allah sumber utama kekuatan dari rezeki kita. Jadi, menabung itu bentuk ikhtiarnya. Kalau pada akhirnya tabungannya terpakai, ya sudah tabung ulang. Terpakai lagi, tabung lagi, begitu seterusnya.

Jangan lantas ini kita dijadikan alasan untuk membenarkan bahwa menabung itu sulit. Tidak! Menabung itu mudah, yang membuat sulit ya pikiran-pikiran kita. Yuk, ubah pola pikirnya! Kita mulai dari meluruskan niat.

2. Tanamkan Komitmen

Selain niat, kita juga butuh yang namanya komitmen. Ini tugas kedua yang sangat berperan dalam suksesnya trik ini, hehehe. Konsep yang satu ini, kalian tidak dituntut harus melakukan investasi dalam nomimal besar. Karena percayalah, dimulai dari yang sedikit tapi konsisten, itu akan lebih cepat terealisasi ketimbang besar tapi sering dikorup, hahaha.

Kenapa ini menjadi penting? Karena menabung itu bukan soal menyimpan uang saja. Melainkan, tentang mempersiapkan masa depan. Kalau dari sesederhana menabung saja kamu enggak komit, gimana lagi mau membangun rumah tangga, eh.

Ya, berkomitmenlah pada diri bahwa setiap hari bakal ada uang yang akan disisihkan. Mau itu dalam jumlah besar ataupun kecil. Yang penting ada!

3. Buat Pola Menabungnya

Oke, tiba sudah dipembahasan praktik. Kalau kamu sudah lulus di dua tahap awal. Ada baiknya sebelum menerapkan rutinitas menabung, buat dulu deh pola menabung yang enggak memberatkan kamu.

Ada beberapa pilihan pola yang pernah aku eksperimenkan dank e semuanya berhasil. Mudah-mudahan di kalian juga berhasil yaaaa..

Daily. Pola ini enggak akan memaksa kamu untuk mengyisihkan dalam jumlah besar. Semisal nih, kamu harus mulai menghitung. Kira-kira dalam satu hari mengeluarkan berapa uang untuk jajan. Missal, 50 ribu. Setiap beli makanan pastikan ya ada kembalian recehannya? Nah, recehan itu kalian sisihkan untuk dimasukkan ke celengan. Jadi, celengannya di bawa setiap hari Ky? Ya, enggaklah! Jangan kurang kerjaan dong. Cukup menyiapkan dompet kecil di tas kamu untuk menyimpan sisa-sisa amunisi yang terpakai setiap hari.

Weekly. Pola ini biasanya aku gunakan kalau ada kebutuhan mendesak. Jadi aku semacam komitmen sama diri, setiap akhir pekan harus menyisihkan uang senominal yang sudah aku tentukan untuk di tabung. Karena untuk mencapai target kebutuhan, maka cara menabungnya sedikit unik sih. Janji ya weee jangan ketawa kelen. Missal, aku komit menyisihkan 50 ribu setiap akhir pekan. Nah, di akhir pekan tuh uang 50 ribu aku tukar jadi uang receh mulai dari pecahan 100 rupiah sampai 2 ribu. Setelah itu baru deh di masukkan ke dalam celengan. Aneh ya? Tak apa, ketawalah kalian, hahaha. Gelik memang, tapi Alhamdulillah efektif kok. Monggo dicoba.

Monthly. Kalau pola yang ini biasanya aku terrapin untuk pendapatan tetap yang diterima setiap bulan. Missal nih, kamu punya gaji 1 juta. Buat komitmen sama diri, setiap terima gaji kamu harus mecah tuh gaji berdasarkan tagihan wajib, jajan, dan keperluan dadakan. Nah, sisanya itulah yang ditabung. Tapiiii, harus ada komitmen. Biasanya kalau aku menyisihkan 300 ribu dari 1 juta pendapatan. Dan biasanya aku usahakan tidak di bawah 300 ribu, meskipun ada keperluan mendadak. Ya, inilah perlunya komitmen di awal tadi, agar konsistensi menabung terjaga sempurna.

Annual. Kalau yang ini agak sedikit lucu dan menggemaskan. Kenapa? Karena yang ditabung itu bukan dari pendapatan tetap, melainkan dari uang-uang tidak terduga, seperti THR (tunjangan hari raya), bonus, intensif, dan seperguruannya. Biasanya aku hanya ngambil 20% dari uang yang diterima. Jadi, kudu buat pola pikirnya seperti ini. Anggaplah itu bukan uang hasil jeripayah. Anggaplah itu amanah dari Allah yang harus kita jaga, maka wajib ditabung dalam skala lebih besar, hehehe.

4. Pecah Tabungannya

Nah, kalau sudah khatam tentang pola menabung. Kita masuk ke tahap yang keempat, yakni pecah tabungannya. Bingung ya maksudnya? Jangan bingung! Nanti enggak jadi nabung kalian, hahaha.

Yang aku maksud dengan memecah tabungan, pastikan tabungan kalian tidak hanya menggunakan satu metode penyimpanan. Pakailah sebanyak-banyaknya metode. Ini ada beberapa usulan yang bisa kalian terapkan :

Buka rekening bank. Aku sarani, kalau buka rekening bank jangan hanya rekening inti saja. Kenapa? Karena kalau hanya satu jenis saja, yang ada kalau kalian enggak kuat iman, itu uang akan ditarik, ditarik lagi, dan ditarik terus. Yasudah, enteklah tuh isi rekening! Jadiiii, aku sarani carilah jenis tabungan yang sifatnya investasi dan tidak bisa ditarik, atau dengan kata lain, kalau mau transaksi ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Alhasil apa? Pasti deh kalian akan malas nyentuh itu saldo.

Pakai metode jadul. Nah ini, back to celengan. Bodo amatlah mau dibilang jadul sama orang, dibilang katrok. Ora urus! Sing penting apa yang kalian lakukan bisa membantu kalian terbiasa untuk menabung. Tapi kalau boleh aku sarani nih, pakailah dua jenis celengan. Satu celengan yang bisa dibuka tutup dan yang satu lagi yang permanen. Alias, kalau mau diambil kudu dipecahkan atau dibobol dulu tuh celengan. Nah, celengan yang bisa bongkar pasang digunakan untuk uang receh, sedangkan celengan permanen digunakan untuk uang nominal besar, mulai dari pecahan 5 ribu hingga 100 ribu.

Coba menyisipkan uang. Cara ini lebih lucu lagi. Memang sekilas enggak penting kali. Tapi, percaya enggak percaya, suka enggak suka, sudah terbukti. Coba deh kalo ada sisa uang hasil jalan-jalan seharian, tapi yang pecahan 5 – 20 ribu saja ya. Kamu sisipkan di dalam lemari baju. Mau itu di bawah baju, di dalam laci, atau diselipan-selipan yang jarang kamu bongkar. Nah, nanti pas bongkar lemari, baru nemu deh tuh uang. Kalau sudah terkumpul pas ngerapiin lemari, saran aku sih jangan dipakai tuh uang. Lebih baik di masukan ke celengan permanen atau ke rekening investasi tadi.

5. Gunakan Pada Waktunya

Masuklah kita di trik yang kelima, gunakan pada waktunya. Ingat ya, golongan manusia itu kata Allah hanya ada 2 lhooo. Kaya dan cukup. Jadiiii, enggak ada tuh yang namanya manusia miskin. Catat ya!

Terus apa kaitannya dengan menabung? Ya, ada dong.. Menabung itu tidak sekedar tentang niat, komitmen, pola, dan metode, tapi juga tentang kapan dan untuk apa uang itu digunakan. Ketika kamu sudah tahu apa yang jadi dasar kamu menabung, maka semangat menabung itu akan timbul. Alhasil, ini akan mendukung niat dan komitmen kamu terbudaya.

Misal, Allah ngasih kamu bulan ini 1 juta. Bulan besok 500 ribu. Bulan berikutnya lagi 3 juta. Nah, apakah sama nominal yang akan ditabung setiap bulannya? Kalau aku sih enggak. Semakin banyak aku dapat rezeki, maka komitmen menabungnya akan aku tambah nominalnya.

“Allah memberikan rezeki bukan sesuai gaya hidup kita, melainkan sesuai kebutuhan kita”

Kamu kudu paham konsep ini. Jadi, kalau hari ini kamu dapat uang berapapun tapi selalu saja habis, selalu saja kurang. Coba deh cek lagi tuh pengeluarannya. Mungkin banyak uang terpakai sia-sia. Alias, dipakai tidak sesuai kebutuhan. Lihat barang kece sedikit, beli. Lihat makanan enak sedikit, selera. Alhasil setiap pengeluaran itu tidak ada perhitungannya.

Jadi kami enggak boleh belanja? Enggak boleh jajan? Ya, boleh saja. Tapi, semua itu kudu dibelanjakan sesuai kebutuhan, tidak berlebih-lebihan. Kalau itu barang, kira-kira bakal sering dipakai enggak. Bakal terus berfungsi enggak. Apa bisa jadi sumber pencarian enggak.

Pertimbangan ini yang harus kamu tanamkan dalam diri, bahwa setiap yang keluar kudu ada manfaat yang balik ke diri kita. Sepakat? Nah, kalau sepakat in syaa Allah kita akan terbiasa untuk menggunakan uang kita sesuai kebutuhan, pas pada waktunya.

Contoh Hitung-hitungan

Ini bulan Desember 2017 dan akhir Desember 2018 kamu butuh dana segar 20 juta untuk umroh.  Itu berarti ada jarak satu tahun untuk menabung. Satu tahun ada 12 bulan, 48 minggu dan 365 hari. 20 juta dibagi 12 bulan, 1 juta 700 ribu. 20 juta dibagi 48, 420 ribu. 20 juta dibagi 365, 55 ribu.

Kalau sudah dapat hitungan seperti ini, menurutku tidak akan jadi masalah untuk menerapkan system tabungan sesuai pola di atas yang sudah aku paparkan. Tapi kan gaji kami enggak sampai 2 juta sebulan, kalaupun cuma 2 juta kan enggak mungkin 300 ribu sebulan?

Ya, sepakat! Ini tugas kita mencari gimana caranya uang 300 ribu bisa terakumulasi jadi kelipatannya. Bukan didukun yaaaa, hahaha. Cari bisnis sederhana tapi sifatnya investasi, seperti bisnis pulsa ataupun bisnis online shoping, yang enggak butuh modal. Boleh juga jadi makelar mobil ataupun makelar aduhai (baca: agen dunia akhirat).

Jadi, dapat disimpulkan menabung itu bukan sekedar dari penghasilan per bulan kita saja, tapi bagaimana kita melipatgandakan uang kita yang sedikit menjadi banyak, pastinya dengan cara yang halal. Cerdas menabunglah teman-teman, jangan sekedar menabung uang yang ada saja.

Dan ada jimat yang paling ampuh untuk melipatgandakan uang, in syaa Allah ini sudah terbukti kali. Sedekahkan, in syaa Allah dengan sedekah kita enggak jadi miskin, malah tambah kaya. Apalagi kita sedekah di kala sempit, in syaa Allah akan dilapangkan jalan rezeki kita.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al – Baqarah : 261).

Demikianlah 5 Trik Menabung Anti Galau aku bagi ke teman-teman. Semoga enggak galau-galau lagi ya. Nah, bagi yang mau diskusi lebih lanjut, silahkan curhatkan di kolom komen. In syaa Allah akan aku respon sesuai pengalamanku. Salam Inspirasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *