Abu-Abu Batu

Ditampilkan pada Sabtu, 19 Oktober 2014, Taman Ahmad Yani, Medan. Kegiatan Pasar Seni & Kuliner,”Nge-Wedank Bareng, Bayar Suka-suka.” Kolaborasi antara @nasutionrizky @PramastaSaid dan @aliamandanwar serta backsound oleh @pagiitukamu . Puisi Bertajuk “Abu-Abu Batu” ini mengisahkan tentang penolakan perubahan bentuk asli dari monumen Ahmad Yani yang berada di Jl. Jendral Sudirman, tepatnya di Taman Ahmad Yani, kota Medan. “Sebab dengan patung ini diberi warna, maka menghilangkan bentuk asli dan makna seni yang terkandung didalamnya,” ungkap Sekar Gunung (Pak Wir), selaku pematung monumen Ahmad Yani.

 

Abu-Abu Batu, Taman Ahmad Yani (Kanan : @PramastaSaid

Abu-Abu Batu, Taman Ahmad Yani (Kanan : @PramastaSaid

 

Abu-Abu Batu, Taman Ahmad Yani : @nasutionrizky

Abu-Abu Batu, Taman Ahmad Yani : @nasutionrizky

Abu-Abu Batu, Taman Ahmad Yani : @aliamandanwar

Abu-Abu Batu, Taman Ahmad Yani : @aliamandanwar

 

Abu-Abu Batu, Taman Ahmad Yani

 

 

(*Rizky)

Terbang… Lepas… Bebas…

Tapi kami ingin satu bukan untuk mengikutimu

Sayap tak akan patah bila kau mengikutiku

Panggil aku si kanan

 

(*Said)

Lalu tegakkan pandangan ke atas cakrawala

Lihatlah garuda yang terbang dengan satu sayap

Sejenak tundukakan kepala kepada tanah

Tulang tulang korban sejarah hitam terkubur olehnya

 

(*Alia)

Kiri atau kanan, kanan atau kiri

Kami tak peduli !

Yang pasti kami selalu kebenaran pasti !

 

(*Rizky)

Dentum langkah, derap semangatmu

Singsingkan lengan baju

Ini bagian dari kisahku bukan hanya sebuah dendang lagu 

(*Said bersuara aneh)

 

(*Rizky)

Hentikan !

 

(*Said)

Kenapa kau suruh aku berhenti?

Aku bukan patung yang hanya mematung tak bersaksi pada sebuah kebenaran !

 

(*Rizky)

Oh ya?

Tapi saat ini kau hanya terdiam mematung

Maka panggil aku si kanan

 

(*Said)

Apa kau lupa terhadap pasanganmu?

Tanpa aku, kau akan pincang !

Garuda tak akan melintasi khatulistiwa hanya dengan satu sayapnya

Sang saka tak akan perkasa bila hanya satu warna terpancar

Dan raga tak akan merdeka tanpa jiwa yang mengembara

Akuilah aku pasanganmu !

Jangan jadikan aku bayang bayang yang tak bertuan

Jangan kau jadikan aku iblis dalam tubuhmu sendiri

Jangan kau racuni aku pada udara pagi !

 

(*Alia mengkopi kata)

“Kanan – kiri, kiri – kanan”

“Aku bingung, aku bimbang”

“kalian siapa?”

Bukan diam sumber jawaban !

Kalian bukan patung yang membisukan kebenaran

Atau kalian serupa dengan segumpal batu yang tersusun menjadi sebuah  monument?

 

 

Karya : Nasution Rizky & Pramasta Said

 

 

2 Comments
  1. yogaberyoga
    • Rizky Nasution

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *