Carl Jung : Aku & Kepribadian Extrovert

Nama saya Rizky Syahfitri Nasution. Teman-teman mengenalku, Nasution Rizky. Anak keenam, dari enam bersaudara dan berjenis kelamin perempuan. Aku punya kakak, satu orang (paling besar). Dan abang, empat orang. Kebanyakan orang mendeskripsikan kalau aku itu anak yang manja, karena identik dengan stigma “si bontot yang manja”.

 

Event Organizer of Echo Light Tech, Medan.

Event Organizer of Echo Light Tech, Medan.

Pada kenyataannya tidak. Aku adalah pribadi yang mandiri dan orang tuaku cukup disiplin mengenai hal ini, terutama pendidikan dan prestasi. Lingkungan yang membesarkanku menuntut aku menjadi seseorang yang “berpendidikan”. Sebab prestasi bagi orang tuaku adalah nilai dari hasil belajarku di bangku sekolah.

Beberapa Sertifikat Kegiatan & Prestasi

Beberapa Sertifikat Kegiatan & Prestasi

Akan tetapi, semakin aku beranjak remaja. Lingkungan pertemananku di sekolah maupun di luar sekolah, memberikan pandangan berbeda tentang “prestasi,” yang menjadi pemahamanku sejak kecil. Prestasi adalah apa yang bisa dikreasikan tidak hanya seputar yang di dapat di kelas, melaikan yang di dapat di luar luar kelas. Dari sini aku mulai aktif mengikuti beberapa kegiatan organisasi, seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), klub paduan suara, tim olahraga (basket) dan juga anggota Pengibar Bendera (Paskibra). Memang aku suka kegiatan ekstrim, bagiku basket dan Paskriba adalah aktifitas yang membutuhkan fisik yang kuat dan membutuhkan logika yang baik (karena menggunakan taktik). Menurut Jung, ini adalah sisi animus aku.

Pengalaman pertama saat aku menjadi salah satu pengurus di OSIS, kelas 1, bagian divisi Sumber Daya Siswa. Dari situlah beranjak aku mulai fokus menggeluti dan belajar teamwork dan leadership, serta awal mula aku menciptakan beberapa prestasi di luar bangku kelas. Seperti, lomba pidato tingkat provinsi, Ketua OSIS periode 2001 – 2002, lomba karya tulis, dan lomba paduan suara.

Dikaitkan dengan beberapa teori kepribadian, aku senang dengan teori kepribadian Jung. Jung mengatakan bahwa kepribadian merupakan kombinasi yang mencakup perasaan dan tingkah laku, baik sadar maupun tidak sadar. Jung beranggapan kalau setiap individu itu punya mimpi, punya pengalaman masa lalu, akan tetapi manusia terus berkembang dan berubah sesuai apa yang menjadi ekspektasinya dan juga pengalaman yang ada di lingkungannya (conscious).

Pengalaman di masa lalu aku yang hanya berorientasi pada prestasi di kelas, kemudian berubah akibat pengalaman yang menarik aku dapat di lingkungan luar kelas. Dari beberapa lomba yang aku ikuti dan pengalamanku bertemu beberapa peserta (yang menurutku orang-orang hebat pada saat itu), mengajarkan aku suatu makna “aku bisa meraih apa yang aku raih, jika aku mau mengusahakan dan berjuang untuk mendapatkannya.”

Sertifikat

 

Sertifikat

Hal ini semakin terbentuk pada saat aku merasakan kegagalan di awal pertama mengikuti pemilihan anggota Pengibar Bendera di SMA dulu. Akan tetapi aku tidak langsung putus asa, aku terus mempersiapkan diri kembali untuk mengikuti seleksi gelombang kedua. Sebab aku memiliki keinginan dari sejak aku SD, ingin menjadi anggota pengibar di Istana Negara. Pada saat itu aku berfikir,”kalau aku nyerah, aku tidak akan bisa mendapatkan apa yang aku mau.” Kegagalan mengajarkanku arti bangkit kembali dan mencoba, demi mencapai apa yang diimpikan. Menurut Jung, pencapaian ini berada dalam kesadaran (conscious) yang berarti seseorang sadar untuk tidak gagal kembali sehingga ekspektasinya terpenuhi.

Tepat tahun 2004, aku hanya cukup terpilih sebagai anggota Pengibar Bendera Tingkat Provinsi, lagi-lagi aku harus mengalami kegagalan dan menerima kenyataan bahwa aku tidak lulus tingkat nasional. Memang perasaan sedih pada saat itu sangat terasa. Aku sempat mengesalkan diriku, hanya saja aku tidak sedih berkepanjangan. Saat itu aku berfikir,”aku kalah hanya karena kurang tinggi badan, 1 cm. berarti selebihnya penilaianku memuaskan.” Hal ini yang menguatkanku bahwa banyak cara yang bisa aku lakukan untuk Go Nasional.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, Tingkat Provinsi, Tahun 2004

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, Tingkat Provinsi, Tahun 2004

Kebiasaanku yang senang bergaul dengan siapa pun dan mengenali setiap jenis kegiatan positif apapun, menghantarkanku menjadi salah satu perwakilan putri Sumut untuk Go Nasional, menjadi Duta Remaja tahun 2005. Tanpa aku sadari, niatku yang terus memimpikan keinginan Go Nasional dan berteman dengan banyak orang, memudahkanku mendapatkan kesempatan ini. Pada saat itu, Kemenpora meminta perwakilan Sumut dari anak Paskibraka Daerah (PASDA) yang peringkat dua, dan itu adalah aku. Semakin kuatlah keyakinanku bahwa nilaiku pada saat dulu di tes awal, tergolong peserta terbaik. Dari sini terbentuk lagi pandanganku tentang,”Pengalaman adalah guru terbaik, dan kegagalan bukan harga mutlak dalam menggapai impian.”

Menurut Jung, tingkah laku  manusia tidak hanya pada sejarah individu tapi juga oleh tujuan dan harapan/hasrat individu. Itulah yang terjadi pada diriku. Setelah puas Go Nasional, dan bertemu orang-orang baru dengan pengalaman dan prestasi yang lebih luar biasa lagi. Ini mendorongku untuk mencapai tahap Go International, berawal dari temenku bernama Rachel dikirim sebagai salah satu perwakilan Aliansi Remaja Indonesia (ARI) untuk mewakili Indonesia memperjuangkan hak remaja, khususnya isu Kesehatan Reproduksi. ARI adalah salah satu wadah para alumni Duta Remaja Indonesia.

Duta Remaja 2005, Perwakilan Sumatera Utara

Duta Remaja 2005, Perwakilan Sumatera Utara

Rachel bisa menjadi Youth Government karena dia fokus pada setiap program ARI yang dijadwalkan. Dari situ aku belajar, dan intens menjaga komunikasi dengan teman-teman pengurus ARI. Hal ini membuatku selalu mendapatkan info kegiatan dan mereka pun tidak sungkan mengajak aku untuk terlibat. Setelah kurang lebih aktif selama 2 tahun, akhirnya keaktifanku diperhitungkan oleh pengurus. Lalu aku dipromosikan Pembina ARI kepada pihak United Nation Development Program (UNDP) dan aku menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang akan ke Shanghai, Cina. Saat itu, tahun 2007, aku dan Moudy (Kupang) merupakan Youth Government yang akan dikirim dari Indonesia.

Youth Government 2007, Perwakilan Indonesia

Youth Government 2007, Perwakilan Indonesia

Maka teori Jung yang mengatakan bahwa kejadian masa kini dimotivasi oleh kejadian yang di masa datang, itu terjadi pada diriku. Sedangkan sikap menurut teori Jung, aku tergolong dalam extrovert. Aku seorang yang mengikuti peraturan yang pasti, bagiku jika kamu ingin pintar, yah belajar. Kalau ingin maju, yah berusaha dan buat prestasi yang membanggakan. Aku orangnya emosional, disaat senang bisa saja sedih tiba-tiba, tapi bisa kembali pulih dengan cepat (moodian).

 

Teori Carl Jung

 

Aku cukup toleransi, berteman dengan siapa pun tidak memandang latar belakangnya. Aku biasanya menghindari konflik dalam berteman, karena konflik bisa merusak apapun, menurutku. Aku senang berpetualang, bagiku bermain dengan alam atau mendatangi kota-kota baru adalah pengalaman baru bagi pemahamanku akan budaya.

 

Rizky Syahfitri Nasution

 

Rizky Syahfitri Nasution

Dan aku orang yang tidak bisa bertahan pada pekerjaan yang monoton, karena itu tidak menuntutku untuk kreatif. Hal ini terbukti pada saat aku memilih resign dari Bank Negara Indonesi (BNI), posisi sebagai teller. Sebab hampir setiap harinya aku harus mengulangi pekerjaan yang sama. Keputusanku bagi sebagian orang terlalu terburu-buru dan bisa merugikan. Ternyata keyakinanku untuk mengikuti passion, menghantarkanku jauh lebih produktif ketimbang semasa kerja dulu. Jung mengatakan hal ini adalah intuition extrovert, keputusan yang dilandasi oleh penelusuran dan bukan fakta.

Aku bukan orang yang bisa menunggu terlalu lama. Aku lebih suka bergerak maju untuk suatu perubahan yang lebih berarti. Menurut Jung ini juga tergolong dalam intuition extrovert. Aku mengaplikasikannya melalui kegiatan yang aku bentuk bersama beberapa teman komunitas di Medan. Kami menyebutnya Medan Heritage Tour, suatu kegiatan yang mengusung isu pelesterian pusaka kota, yang mana bertujuan agar anak muda di kota Medan mengenal sejarah dan tetap melestarikan budaya lokalnya. Kegiatan yang aku dan teman-teman usung pun adalah kegiatan kreatif, seperti pergelaran seni tari, musik, lukis, parade, seminar, bazaar dan lain sebagainya. Hampir seperti belajar sejarah, hanya saja dikemas dengan bentuk pergelaran (konser).

Launching Medan Heritage Tour, Bersama Plt. Walikota Medan, Agustus 2013

Launching Medan Heritage Tour, Bersama Plt. Walikota Medan, Agustus 2013

Dan menurut Jung kepribadianku ini tergolong thinking extrovert dan feeling extrovert. Sebab aku berfikir jika tidak di mulai untuk mengedukasi dengan cara begini. Maka, lambat laun anak muda Medan makin melupakan sejarah kotanya. Bangunan tua yang mulai musnah dan mall menjadi pilihan hiburan, adalah salah satu tolak ukur yang bisa dijadikan bukti bahwa kalau budaya kota mulai tergerus zaman.

Aktif dan Produktif

Jadi, menurutku pengalaman masa lalu dan masa kini merupakan satu kesatuan yang bisa mendorongku untuk menggapai masa depan yang lebih baik lagi. Aku tidak pernah menjadikan kegagalan sebagai musuh dan rasa takutku, hanya saja terkadang aku merasa cemas juga akan mengalami kegagalan. Justru hal itu aku jadikan “warning” bagi diriku untuk berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Hanya saja sifat melankolisku yang terkadang sulit aku kontrol. Akan tetapi, pengalaman yang mengajarkanku untuk menempatkannya pada situasi yang tepat. Jika itu terjadi, biasanya aku mengalihkan perhatianku agar tidak dianggap cengeng oleh lingkunganku. Walaupun terkadang juga masih lepas kontrol. Menurut Jung, ini disebut dengan persona.

Aktif dan Produktif

 

Aktualisasi diri bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun. Asal kita mau berusaha, yakin akan potensi diri, punya semangat juang, dan pastinya kegagalan bukan harga mutlak dalam pencapaian #NR

10 Comments
  1. Wahyu Blahe
  2. Rizky Nasution
  3. Iqbal Fauzan
    • nasutionrizky
  4. Moudy
    • nasutionrizky
  5. ishat hidayat
  6. fitri
  7. Andy
  8. Shanty mufa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *