Hari Guru : Peran dan Tanggung Jawab Seorang Guru

Tepat 25 November 2013 diperingati Hati Guru di Indonesia. Biasanya peringatan ini digelar dengan beberapa kegiatan di beberapa sekolah, seperti upacara, lomba cerdas-cermat, seminar, bazaar, dan lain sebagainya. Peringatan Hari Guru di Indonesia menjadi suatu hal yang sakral. Sebenarnya mudah tidak sih menjadi seorang guru? Tentu, tidaklah mudah menjadi seorang guru, banyak hal yang menjadi tuntutan. Secara harafiah, Guru adalah satu komponen manusiawi dalam proses belajar-mengajar, yang ikut berperan dalam usaha membentuk sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan. Sedangkan menurut Psikologi Pendidikan, guru merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran, karena dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa, guru harus memperhatikan segala aspek psikologi, perkembangan, ingatan, memori dan pola berpikir anak.

Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak, agar anak dan siswa mampu tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan orang tua, guru dan masyarakat. Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang makin berkembang. Dalam arti khusus dikatakan bahwa pada setiap diri guru itu terletak tanggung jawab untuk membawa para siswanya pada suatu kedewasaan atau taraf kematangan tertentu.

Hari Guru

Guru tidak semata-mata sebagai pengajar tetapi juga sebagai pendidik dan sekaligus sebagai pembimbing. Berkaitan dengan ini, sebenarnya guru memiliki peranan yang unik dan sangat kompleks di dalam proses belajar-mengajar, dalam usahanya mengantarkan siswa/anak didik ke taraf yang dicita-citakan. Oleh karena itu, setiap rencana kegiatan guru harus dapat didudukkan dan dibenarkan semata-mata demi kepentingan anak didik, sesuai dengan profesi dan tanggung jawabnya.

Guru sebagai Tenaga Profesional

Seorang pekerja profesional, khususnya guru dapat dibedakan dari seorang teknisi, karena disamping menguasai sejumlah teknik serta prosedur kerja tertentu, seorang pekerja profesional juga ditandai dengan adanya informed responsiveness terhadap implikasi kemasyarakatan dari objek kerjanya. Hal ini berarti seorang guru harus memiliki persepsi filosofis dan ketanggapan yang bijaksana yang lebih mantap dalam menyikapi dan melaksanakan pekerjaannya. Sehubungan dengan profesionalisme seseorang, Wolmer dan Mills mengemukakan bahwa pekerjaan itu baru dikatakan sebagai suatu profesi, apabila memenuhi kriteria atau ukuran-ukuran sebagai berikut:

  • Memiliki spesialisasi dengan latar belakang teori yang luas, maksudnya: memiliki pengetahuan umum yang luas, memiliki keahlian khusus yang mendalam.
  • Merupakan karier yang dibina secara organisatoris, maksudnya: adanya keterkaitan dalam suatu organisasi professional memiliki otonomi jabatan, memiliki kode etik jabatan, merupakan karya bakti seumur hidup.
  • Diakui masyarakat sebagai pekerjaan yang mempunyai status professional, maksudnya: memperoleh dukungan masyarakat, mendapat pengesahan dan perlindungan hukum, memiliki persyaratan kerja yang sehat, memiliki jaminan hidup yang layak.

Untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal, banyak hal yang mempengaruhi komponen-komponen belajar-mengajar. Salah satunya adalah hubungan guru dan siswa. Bagaimana baiknya bahan pelajaran yang diberikan, bagaimanpun sempurnanya metode yang digunakan, namun jika hubungan guru-siswa merupakan hubungan yang tidak harmonis, maka dapat menciptakan suatu hasil yang tidak diinginkan. Salah satu cara untuk mengatasi hubungan guru-siswa adalah melalui contact-hours, yaitu kegiatan di luar jam-jam prestasi di dalam kelas. Perlu dikembangkan sikap demokratis dan terbuka dari para guru dan ada keaktifan dari pihak siswa, dan di sini guru harus bersikap ramah sebaliknya siswa juga harus bersikap sopan, saling hormat menghormati, guru lebih bersifat manusiawi, rasio guru dan siswa yang lebih bersifat proporsional, keduanya harus berperan sesuai kode etik sebagai seorang guru ataupun siswa.

Tugas dan Tanggung Jawab Guru

Tugas guru sebenarnya bukan hanya disekolah saja, tetapi bisa dikatakan dimana saja mereka berada. Di rumah, guru sebagai orang tua atau ayah-ibu adalah pendidik dari para putra dan putrinya. Di dalam masyarakat sekitar yaitu masyarakat kampung, desa tempat tinggalnya guru sering kali terpandang sebagai tokoh suri teladan bagi orang-orang disekitarnya, baik dalam sikap dan perbuatannya misalnya cara dia berpakaian, berbicara dan bergaul, maupun pandangan-pandangan. Menurut Peters dan Amstrong, tugas dan tanggung jawab guru ada enam kategori, yakni:

  • Guru bertanggung jawab dalam pengajaran
  • Guru bertanggung jawab dalam memberikan bimbingan
  • Guru perlu menghormati pribadi anak
  • Guru bertanggung jawab dalam mengembangkan kurikulum
  • Tanggung jawab dalam mengembangkan profesional guru
  • Tanggung jawab dalam membina hubungan dengan masyarakat

Penjelasan di atas tampak bahwa peran seorang guru tidaklah mudah untuk dilakoni, sehingga timbul beberapa pertanyaan, Apa sih makna Hari Guru bagi kamu? Bagaimana seorang guru yang ideal? Dan apa sih harapan kamu untuk guru kedepannya? Berikut beberapa opini dari para sahabat:

“Hari Guru adalah hari yang seharusnya memberi penghargaan pada nasib para guru di Indonesia yang sering termarjinalkan. Baik oleh sistem pendidikan maupun oleh sistem sosial. Harapannya, sistem pendidikan member peran sekaligus perhatian lebih buat guru dalam membangun generasi baru bangsa. Kalau guru ideal bagi saya, yang memiliki latar belakang pendidikan baik keilmuannya maupun bekal psikologi sosial yang baik,” ungkap Seseq (Executive Creative Director, Digital Agency).

“Peringatan Hari Guru menurut aku, dimana kita mengingat dan merayakan gimana jasa-jasa guru mendidik dan membentuk kita kayak sekarang ini. Kalau guru harapan aku, yang mendidik bukan hanya mengajar. Jadi dia bisa membentuk muridnya menjadi karakter yang baik, enggak hanya menjejalinya dengan ilmu pengetahuan. Sedangkan guru ideal menurutku adalah guru yang tidak mau berhenti jadi guru, sehingga dia mau belajar juga atau dengan kata lain tetap tidak mau berhenti jadi murid,” ungkap Nuri Yunita Hasan Nasution (Duta Museum, Sumatera Utara 2012).

“Menurut aku Hari Guru adalah waktu atau momen untuk meninjau ulang dan memaknai apa sih makna dari arti guru itu sendiri? Guru yang ideal itu harus seperti apa? Kalau guru harapanku adalah guru bodoh yang tak kunjung pandai, maksudnya dia mau belajar dan tak pernah merasa pandai. Haha..seperti kata Socrates. Nah, guru ideal bagiku adalah guru yang selalu update dan open minded,” ungkap Rakhmad (admin akun Twitter @KlubBuku_BDG).

“Guru itu sejatinya adalah pembimbing bagi murid-muridnya. Untuk membantu mereka mengerti akan arti dan cara menjalani kehidupan. Guru ideal adalah guru yang mampu melahirkan murid yang jauh lebih hebat dari mereka. Harapanku, guru dapat mengerti akan hal yang aku sebutin tadi,” ungkap Renzo (Seniman Traditional Music Digital).

“Menurut Anim makna Hari Guru adalah hari yang paling tepat untuk introspeksi bagi siapapun. Baik dari pribadi guru itu sendiri apakah sudah maksimal menjadi pendidik, baik bagi pelajar maupun kita sendiri. Kalau guru ideal menurut Anim, guru yang benar-benar memahami niatnya sebagai guru sehingga mampu menciptakan ilmu pengetahuan baru bagi muridnya dan mampu menciptakan manusia yang berkarakter dan berakhlak. Harapannya, semoga dengan banyaknya peraturan di Indonesia ini, tudak melunturkan semangat juang para guru dalam mendidik, sebab banyak guru yang mendidik alakadarnya dan khawatirnya akan menciptakan siswa yang alakadarnya juga,” ungkap Anim Lubis (Youth Conselor, Centra Mitra Remaja).

“Hari Guru merupakan hari dimana seorang guru waktunya untuk introspeksi diri tentang apa saja yang dilakukannya selama ini dalam mengemban tugasnya selama ini. Harapan saya sebagai seorang guru, mari para guru mengingat bahwa tanggung jawab guru tidak ringan. Jika seorang guru salah mendidik anak maka bisa merusak seluruh tatanan masyarakat. Kalau guru ideal menurutku adalah seorang guru harus tahu siapa anak didiknya secara mendalam, tahu karakter, bakat, dan kepribadian mereka. Karena guru bukan hanya member pelajaran tapi lebih penting pendidikan karakter,” ungkap I Nym Jaya Prana (Guru Agama Hindu, SMU 3 Medan & Yayasan Pendidikan Mardi Lestari).

Ternyata sangat beragam opini para sahabat tentang makna Hari Guru dan peran seorang guru ya.. Dari opini para sahabat maka dapat disimpulkan bahwa peran guru akan senantiasa menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan dalam berbagai interaksinya baik dengan siswa (yang terutama), sesama guru, maupun dengan lingkungan sekitar (masyarakat). Adapun peranan seorang guru yaitu sebagai informator , organisator, motivator, pengarah/director, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator, dan evaluator. Sehingga peran guru sangat penting dalam menguasai dan mengembangkan materi ajar, merencanakan dan menyiapkan pelajaran, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa.

Kutipan lirik Hymne Guru karya Sartono tahun 1980,”…engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *