Kesederhanaan Dalam Berbagi

Terkadang dari kita masih saja merasa sulit dalam berbagi. Padahal untuk memberi tidak selamanya harus yang terbaik dan termahal. Memang memberikan yang terbaik itu jauh lebih mulia daripada berbagi yang seadanya, tetapi bukan berarti juga yang diberi harus barang mewah.

Ini yang terkadang membuat banyak orang menunda untuk saling berbagi, karena di dalam benak mereka,”Saya harus memberi benda yang membuat dia senang menerimanya, apalagi ini hari spesial baginya.”

Kesederhanaan Dalam Berbagi

Kesederhanaan Dalam Berbagi

Sesungguhnya berbagi itu tidak serumit yang dibayangkan, apalagi harus menunggu momen penting dalam melakukannya. Berbagi bisa dilakukan kapan saja dan dengan cara yang sederhana, juga tidak selamanya harus mewah. Sebab, kesederhanaan dalam berbagi bisa jadi istimewa jika dilakukan berulang dan terus-menerus.

Tidak butuh waktu tertentu untuk bisa berbagi dengan siapa pun. Jika disadari, hampir setiap hari kita mengalami “proses berbagi,” hanya saja kita kurang menyadarinya sehingga hal tersebut kita lakukan dengan sekedar dan tidak terkesan istimewa. Kesederhanaan dalam berbagi bisa menjadi acuan untuk kita selalu komit dalam menebar kebaikan dengan siapa pun dan dimana pun.

Siapkah kita, jika “proses berbagi” lebih diistimewakan? Dengan cara apa? Terus, apa keuntungannya?

Ya, dengan memaksimalkan “proses berbagi” berarti setiap hari yang kita lewati akan menjadi hari yang istimewa. Bayangkan saja jika setiap hari kita bertemu banyak orang dan mereka selalu menegur sapa dengan wajah ceria, serta memberi energi positif di hari-hari kita. Wahhh..pasti hidup kita akan lebih produktif, dengan begitu lambat-laun kemudahan demi kemudahan yang kita dapat akan menjadikan kita individu yang berkelimpahan. Setuju?

Nah, kalau sudah setuju, ini ada beberapa cara sederhana dan optimal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya :

Senyum. Biasakan diri untuk selalu tersenyum, sekalipun banyak orang yang tidak menyukaimu ataupun membencimu, tapi ketahuilah bahwa dengan tersenyum berarti kamu sudah berbagi energi positif dan melakukan senam wajah “penolak keriput.” Namun, agar lebih optimal barengi dengan menegur dengan sapaan yang memberi semangat ataupun pujian,”Selamat pagi, make up kamu cantik hari ini sehingga wajah kamu lebih fresh. Itu memberi semangat bagi saya hari ini.”

Membantu. Ringan tanganlah dalam membantu sesederhana apapun, misalnya membuatkan minum, membereskan berkas rekan kerja, membuang sampah pada tempatnya, menyebrangkan nenek tua, mendahulukan lansia di dalam bus, dan lain sebagainya. Akan tetapi, dalam membantu agar lebih optimal jika dilakukan tanpa pamrih dan dilakukan berulang kali, meskipun pada orang yang sama.

Berkata. Murahlah dalam berpendapat, tapi tidak yang murahan. Terkadang tanpa disadari banyak orang membutuhkan pendapat, bukan sekedar ingin dinilai melainkan hanya butuh diyakinkan akan keputusan yang mereka buat. Perkataan ataupun pendapat akan lebih optimal jika dilakukan tanpa menggurui ataupun mendikte. Alangkah nikmatnya jika kamu mampu memberikan pandangan baru dan pendapat yang membangun bagi orang tersebut.

Mendengar. Tidak sedikit orang enggan melakukan hal ini, karena bagi mereka mendengarkan curhatan yang tidak berguna adalah hal yang sia-sia. Pernah tidak berfikir kalau orang yang ingin curhat itu adalah kita? Sayangnya tidak banyak orang memiliki fikiran yang demikian. Mendengar adalah salah satu bentuk berbagi yang sangat dibutuhkan banyak orang dan yang pasti akan menambah pertemanan serta memperpanjang silaturrahmi. Jika hal ini dilakukan secara optimal dengan cara “mendengar yang produktif” yakni, dengan melayangkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak mendikte sehingga si pencurhat terbantu dalam menemukan jawaban atas permasalahannya.

Mungkin keempat hal ini terkesan sepele sehingga sering terabaikan dalam kehidupan sehari-hari kita. Namun, jika kita mampu mengoptimalkan keempatnya dan mengamalkannya, Insya Allah energi positif dari orang-orang akan kita terima setiap harinya. Selain itu, kita juga akan belajar hal baru dari kisah kehidupan orang lain, atau mungkin saja diantar orang-orang yang tidak kita kenal, justru datang dan menegur kita lewat senyuman terindahnya sehingga terbersit dalam benak kita,”Siapa orang yang baru saja menyapaku ya? Sepertinya aku belum mengenalnya, tapi kok dia kenal aku ya?”

Hal ini bisa saja terjadi jika kamu mampu mengoptimalkan dan mengamalkan senyum, membantu, berkata serta mendengar. Saya berbagi informasi ini bukan sekedar teori ataupun opini belaka. Saya menyadarinya di saat saya bertemu banyak orang dari berbagai macam budaya dan latar belakang demografi yang berbeda di dalam satu kegiatan di Jakarta. Pengalaman ini mengajarkan kepada saya akan pentingnya keempat hal tersebut; senyum, membantu, berkata, dan mendengar. Sebab, ini menjadikanmu “hangat” dan “dirindukan” kehadirannya oleh banyak orang.

Keluarga Besar Jenius Lokal 2014

Keluarga Besar Jenius Lokal 2014

Semoga bacaan ini dapat menjadi inspirasi bagi para sahabat yang mengunjungi blog saya, dan jika sahabat mempunyai saran dan tambahan berdasarkan pengalaman, silahkan berbagi komentar di kolom “Kesederhanaan Dalam Berbagi” di bawah ini. Salam Inspiratif!

5 Comments
  1. faril
    • Rizky Nasution
  2. Marisky
    • faril
    • Rizky Nasution

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *