Mau Tahu Bisnis Apa Yang Bikin Kangen?

Mau Tahu Bisnis Apa Yang Bikin Kangen? Siapa sih yang tidak kenal timphan, salah satu kuliner tradisional khas dari Aceh ini? Biasanya timphan lebih enak disajikan dengan kopi ataupun teh tarik. Ya, keduanya juga kerap kali kita temui di warung-warung kopi Aceh.

Tapi ada keunikan dari timphan yang satu ini. Sekilas sih biasa saja, tapi setelah aku membaca ulang caption seorang teman yang memposting produk ini, aku merasa ada yang aneh dengan isi dari timphan tersebut. Ternyata timphan yang biasanya diisi dengan toping kelapa, kali ini sedikit berbeda. Topingnya lebih beragam, ada yang coklat dan juga srikaya.

Timpan Asoe

Timphan Asoe

Rasa penasaran yang kagak nahan itu, membuatku langsung memesan timphan ini dari temanku tadi.

“Mauuuuuu”

“Mau rasa apa mba? Coklat, srikaya, kelapa?”

“Mau semuaaaaa, wkwkwk.. enggak bisa campur?”

“Enggak bisa mba”

Okeh, karena tidak bisa campur akhirnya aku memutuskan untuk pesan 2 varian toping, yang coklat dan srikaya. Soalnya toping kelapa sudah terlalu mainstream untuk dicicipi. Hahaha. Bukan rakus lho ya, cuma penasaran saja dengan timphan (di)coklat(in) dan (di)srikaya(in). Apa jadinya ya kan?

Mau Tahu Bisnis Apa Yang Bikin Kangen?

Rabu, 12 Maret 2017, Pukul 06.39

“Kakak, sudah sampai nih timphannya. Diantar ke rumah terus mau? Mumpung masih fresh,” sahut Toras Adytia Simanjuntak si pemilik bisnis Timphan Asoe ini. Ya, semangatnya yang menggebu ini membuatku juga bersemangat membalas pesan elektroniknya.

Toras, begitu akrab kawan-kawan menyapanya. Pria yang juga berkecimpung di bisnis fotografer ini juga merupakan mahasiswa aktif di jurusan Teknik Informatika di AMIK Business Polytechnic Medan. Keseharian beliau yang juga aktif di beberapa forum dakwah, membentuknya sebagai sosok yang mengamalkan bisnis adalah 9 dari 10 pintu rezeki.

“Bisnis itu ibadah kak, kemandirian dalam menentukan langkah dan tindakan, kita yang pegang kendali terhadap diri sendiri. Kalau ditanya kenapa mau bisnis? Karena dibutuhkan kak. Indonesia hanya punya pengusaha 0 koma sekian dari yang normal seharusnya 10 persen, jadi kalau gak dari kita siapa lagi?”

“Dibutuhkan 20% bukan bang? Yang terpenuhi baru 0,2%?”

“Nah itulah itu kak”

Percakapan itu membuatku sedikit penasaran tentang data sebenarnya, yang pada akhirnya aku menemukan data dari kompas.com (30/03/2016) bahwa jumlah pelaku wirausaha di Indonesia hingga kini masih belum mencapai angka ideal yakni 2% dari jumlah penduduk Indonesia. Data terkini dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM) menunjukkan bahwa Indonesia baru mempunyai sekitar 1,65% pelaku wirausaha dari total jumlah penduduk 250 juta jiwa.

Data itu juga menunjukkan bahwa jumlah yang dimiliki Indonesia tertinggal ketimbang tiga negara di kawasan Asia Tenggara yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand. Ketiganya mencatatkan angka 7%, 5%, dan 3% dari total jumlah penduduk masing-masing negara.

Wah, jadi salut sama bang Toras yang memiliki niat ingin meretas permasalahan minimnya lapangan kerja di Indonesia. Sama dengan kak Duha ya niatnya. Masa sih kak? Iya, baca gih artikelnya, Masih Ingat Tidak Bagaimana Cara Masukin Gajah Ke Kulkas?

Hal Unik Dari Bisnis Ini

Timphan yang berbahan dasar pulut ini bukan lagi bisnis baru di pasar kuliner, namun produk Timphan Asoe yang satu ini justru memiliki keunikan tersendiri. Selain topingnya ada rasa coklat dan srikaya, bentuk dari kemasannya pun cukup unik dan berbeda dari kemasan kue lainnya.

Biasanya bentuk kemasan kue kotak yang kita dapati di pasaran berupa tutup yang terbuka satu sisi. Timphan Asoe berbeda, ia berbentuk terbuka dua sisi, layaknya kotak nasi yang biasa dipakai anak-anak untuk membawa bekal makan siang.

Mau Tahu Bisnis Apa Yang Bikin Kangen?

Satu kemasan Timphan Asoe berisi 10 buah, dengan harga Rp 30.000,- Ini berarti harga per satunya senilai Rp 3.000,- Menurut saya ini masih harga standar yang biasa di bandroll warung-warung kopi Aceh yang ada di Kota Medan.

Selain kemasan, ada lagi hal unik lainnya yang membuat aku cukup bertanya-tanya kenapa nih orang memilih bisnis kue timphan. Padahal yang aku tahu, bang Toras seorang peranakan Batak dan pemilik marga Simanjuntak. Rasa penasaranku tidak berhenti di situ saja. Tanya yang begitu liar di kepalaku terus memaksa untuk mencari tahu apa yang menjadi alasan beliau nyemplung di bisnis ini.

Akhirnya jawaban itu aku dapati tepat di saat aku menulis cerita ini. Aku membuka laman facebook dan melirik profil diri beliau, nah wajar saja dia memilih bisnis ini ternyata dulu ia bersekolah di SMKN 1 Lhokseumawe. Aku pun teringat dengan obrolan kami beberapa hari yang lalu di room chat facebook.

“Nah, kalau boleh. Awak minta 5W 1H dari abang. What, where, when, who, why, how abang tertarik bisnis ini? Monggo di jawab yes bang”

“Kakak mau buat artikel ini”

“Jawab sajalah, wkwkwk”

“Jadi pertama kali jumpa bisnisnya itu enggak sengaja. Sama-sama anak Lhoksumawe, satu kampung, Cuma beda generasi. Yang punya jauh lebih muda. Dia ngasih timphan tapi isinya coklat, timphan itu biasanya isinya cuma kelapa, nah ini ada yang coklat, dan itu timphan, makanan khas asal Aceh yang buatnya itu enggak gampang”

“Terus?”

“Jadi iseng masukkan ke snapgram, eh banyak yang respon, nanyak beli dimana. Langsung buka pre-order eh langsung terkumpul 30 kotak”

Obrolan ini mengajarkan padaku tentang satu hal bahwa bisnis itu memang sulit, tapi bukan berarti tidak bisa dimulai. Dari bang Toras aku memaknai sesuatu, kalau kita mau memulai suatu bisnis cukup memiliki kepekaan melihat peluang, punya jaringan, coba untuk dipublikasi, dan temukan pasarnya. Maka, di saat itulah peluang bisa berubah menjadi pundi-pundi rupiah.

Hal unik lainnya, ketika mataku tertuju pada sisi samping dari kemasannya. Di sana ada sebuah kalimat dalam bahasa Aceh, “Peunajoh Timphan, Piasan Rapai.” Kata kawanku yang asli orang Aceh, ini merupakan pribahasa yang menggunakan bahasa baku khas Aceh. Kalau di artikan per kata kurang lebih seperti ini, Peunajoh Timphan artinya disajikan timphan; Piasan Rapai artinya perbuatan yang sia-sia. Jadi kalau diartikan secara keseluruhan maka, “Buat Apa Disajikan, Jika Hanya Jadi Hiasan” dan bermakna timphan kalau disajikan ya untuk dimakan dan dihabiskan, bukan hanya dilihatin saja.

Mau Tahu Bisnis Apa Yang Bikin Kangen?

Nah, hal unik yang terakhir nih dari produk Timphan Asoe. Kata lelaki si pemiliki bisnis Toras Photowork ini, untuk setiap pemesanan 2 kotak Timphan Asoe maka konsumen tidak dikenakan biaya ongkos kirim. “Pesanan siap diantar langsung ke rumah, khusus Medan kota,” secuplik kalimat dalam caption instagram-nya.

Pemesanan produk Timphan Asoe ini bisa diakses di :

Instagram : @torasadytia

Facebook : Toras Aditya Simanjuntak

Mobile : 0811 670 1639

Mau Tahu Bisnis Apa Yang Bikin Kangen?

“Karena anak muda lebih punya banyak kesempatan. Masih bebas. Masih fresh dan belum punya tanggungan. Yang dibutuhkan itu cuma keberanian saja”

[Toras Adytia Simanjuntak]

 

Demikianlah ceritaku, masih Mau Tahu Bisnis Apa Yang Bikin Kangen? Yuklah cus segera dipesan produknya biar tahu kenapa rasanya bisa buat nagih. Semoga Kangen!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *