Mengenal Dan Belajar Menabung, Hingga Berinvestasi Bersama BNI 46

Mengenal Dan Belajar Menabung, Hingga Berinvestasi Bersama BNI 46 – Setiap kita pasti tidak terlepas dari aktifitas menabung. Baik itu menabung dalam bentuk uang, barang, ataupun investasi. Apalagi di zaman modern seperti sekarang ini. Kegiatan menabung sudah menjadi gaya hidup, sebab tuntutan hidup semakin meningkat, seperti kebutuhan makan, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, maupun hiburan.

Mengenal Dan Belajar Menabung, Hingga Berinvestasi Bersama BNI 46

Menabung secara definisi berarti menyimpan uang. Selain itu juga bisa dikatakan sebagai aktifitas menyisihkan uang dari hasil pendapatan. Jadi dapat disimpulkan bahwa menabung adalah suatu kegiatan menyisihkan uang untuk selanjutnya disimpan di tempat yang kita anggap aman dan dapat diambil suatu waktu atau kapan saja apabila dibutuhkan pada saat genting.

Menabung bisa dilakukan dengan banyak cara. Apalagi di era seperti saat ini yang mana banyak lembaga sebagai jasa penyimpanan dana masa depan. Mulai dari lembaga perbankan, asuransi, saham, real estate, dan lain sebagainya. Semua itu kembali ke motif serta tujuan individunya dalam menabung.

Aktifitas menabung pertama kali saya pelajari dari kedua orang tua. Mereka membelikan saya celengan ayam dari bahan plastik dan saya sangat ingat sekali kejadian ini. “Fitri, ini celengen ayam buat Fitri. Ini untuk menabung sisa uang yang Fitri jajani. Kalau Fitri mama atau papa kasih uang atau dari siapa pun, kalau ada sisanya, masukin sini ya,” ungkap mama sewaktu pertama kali celengan itu diberikan kepada saya saat duduk dibangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD).

Mengenal Dan Belajar Menabung, Hingga Berinvestasi Bersama BNI 46

Kegiatan menabung terus saya lakukan setiap kali pulang sekolah. Berapa pun nominal dari sisa uang jajan saya, hingga nominal 50 perak (rupiah) pun saya tabung pada saat itu. Saya yang bersekolah di Sekolah Dasar Swasta, Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) Medan pada saat itu, memiliki banyak fasilitas sekolah yang memadai.

Sewaktu saya di kelas 3 SD, kami mendapatkan satu muatan lokal tentang menabung. Anak-anak sejak dini sudah diajarkan bagaiamana menabung dan apa manfaat yang bisa didapat dari aktifitas tersebut. Praktek pertama yang kami dapat yakni, bagaimana cara membuka rekening. Dan pada saat itu, bank yang beroperasi di sekolah saya adalah Bank Negara Indonesia (BNI). Andai pada saat itu saya sudah mengenal kamera, mungkin saat ini saya memiliki dokumentasinya.

Anak-anak diurut barisannya sesuai absen murid. Selain dapat ilmu menabung pada saat itu, saya dan teman-teman juga mendapatkan ilmu tentang budaya mengantri di bank. Pada dahulu BNI memang menerapkan sistem antrian dengan sistem jalur ular (berdiri). Proses pembukaan rekening mulai dari pengisian biodata hingga sistem penyetoran pun saya lakukan. Dan saya ingat sekali kakak teller-nya berpesan untuk memeriksa hasil print-an saldo yang ada di buku tabungan, apakah sesuai dengan jumlah yang saya setorkan atau tidak, sebelum meninggalkan meja teller. “Wow! Ini keren,” dibenak saya pada saat itu.

Hari pun berlalu, sepulang sekolah saya dijemput oleh papa, dan kebetulan hari itu mama juga ikut menjemput. Mobil pun melaju dengan landai. Selang sekitar 15 menit saya tersadar, “Lho ini tujuannya kok beda arah ya, papa mama memangnya mau kemana?,” batin saya mencari-cari keingintahuannya. Lima menit kemudian, akhirnya kami sampai di BNI Kantor Wilayah (Kanwil), itu yang saya baca di salah satu papan di gedung tersebut. Dan sampai saat ini itu tetap menjadi BNI Kantor Wilayah yakni, di Jl. Pemuda no. 12 Medan.

BNI Kantor Wilayah Medan

BNI Kantor Wilayah Medan

Setiba di ruang inti BNI Kanwil Medan, saya diajak mama saya ikut mengantri di jalur ular (jalur antrian). “Ini sangat melelahkan,” gumam saya. Pada saat itu juga, saya melihat meja teller sangat tinggi hingga sulit untuk melihat aktifitas mereka, ditambah lagi para petugasnya yang kurang ramah. Namun, hati saya terhibur setibanya di meja teller karena saya menemukan mangkuk yang berisikan permen. “Kak, ini boleh diambil?,” ujarku polos.

Meja Teller BNI

Meja Teller BNI

Meja Customer Service

Meja Customer Service

Bangku Antrian BNI

Bangku Antrian BNI

Kondisi ini sangat berbeda dengan keberadaan BNI pada saat ini. Seluruh BNI di Medan, bahkan nasional dan internasional, saat ini sudah menerapkan standar layanan, baik itu dari segi layanan transaksi maupun pengadaan kenyamanan ruangan dan tempat kerja. Ini tampak dari interior banking hall yang sudah terstandarisasi. Mulai dari meja teller, customer service, pemimpin, hingga tempat duduk antrian dan meja untuk mengisi slip transaksi.

Mengenal Dan Belajar Menabung, Hingga Berinvestasi Bersama BNI 46

“Jika dulu meja rendah, sekarang settingannya sudah lebih standar layanan. Dimana nasabah bisa mengakses aktifitas petugas kami. Begitu pula dengan mesin operasional, seperti  komputer dan printer juga berukuran yang minimalis dengan meminiman tingkat kebisingan. Sekarang juga sudah menggunakan metode greeting dalam melakukan transaksi, ini bertujuan untuk membuat rasa nyaman sehingga sikap ramah para petugas menjadi budaya di ruang kerja,” papar salah satu Pemimpin BNI Cabang Kesawan Medan, Bapak Zulkarnain Nasution, MSi.

Beliau juga menjelaskan bahwa BNI tidak hanya sebagai tempat atau lembaga untuk aktifitas menabung saja, melainkan banyak keuntungan yang bisa didapatkan jika masyarakat menabungkan uangnya di perbankan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini. “Selain ini milik BUMN, BNI juga menyediakan layanan gerak berupa mobil yang berpratoli di beberapa titik Kota Medan. Semakin banyak galeri mesin ATM hingga ke pelosok daerah, mulai dari mesin tarik tunai, non-tunai, dan setoran. Jadi tidak perlu ke teller lagi kalau mau nyetor. Kalau dari segi teknologinya, BNI juga sudah bertransformasi, yang tadinya masih sekedar aktifitas transaksi di banking hall, sekarang nasabah sudah bisa menggunakan berbagai macam e-banking dalam melakukan transaksi,” tutur lelaki berpostur besar ini.

Mobil Layanan Gerak BNI

Mobil Layanan Gerak BNI

Token BNI

Token BNI

BNI ATM Gallery

BNI ATM Gallery

Seperti yang kita ketahui bahwa hampir semua bank sudah memiliki fasilitas ini, namun lagi-lagi BNI berinovasi dengan layanan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) khusus sepeda motor. Bapak Zulkarnain mengungkapkan bahwa BNI melakukan hal ini sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Mengingat pengguna sepeda motor saat ini sudah merajalela, baik Kota Medan ataupun di kota-kota besar lainnya.

BNI ATM Sepeda Motor

BNI ATM Sepeda Motor

BNI ATM Sepeda Motor

“Hmm.. BNI semakin memudahkan para nasabahnya dalam bertransaksi,” gumam saya kembali. Mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, saya merupakan nasabah BNI, itu karena saya bersekolah di Yaspendhar. Sampai pada akhirnya saya masuk Perguruan Tinggi di Universitas Sumatera Utara, dan lagi-lagi saya harus bertransaksi menggunakan BNI, sebab BNI merupakan salah satu bank BUMN yang bekerja sama dengan pihak Universitas Sumatera Utara.

Ada keuntungan yang sangat unik didapat oleh para mahasiswa pengguna BNI pada saat itu yakni, penarikan bisa dilakukan hingga menyisakan saldo Rp 5.000,00 di rekening. Hal ini mengingat karena mahasiswa memiliki kebutuhan yang sangat tinggi dengan pendapatan yang rendah, dan apalagi yang namanya mahasiswa pastilah banyak yang merupakan anak kos. Pada masa saya, tahun 2006, pembayaran iuran pendidikan bisa dilakukan via mesin ATM. Bukti pembayaran bisa menggunakan slip penarikan mesin ATM. Namun, sekarang peraturan itu tidak diberlakukan lagi dan menggunakan sistem lama yakni, setoran melalui teller. Hal ini dikarenakan slip penarikan mesin ATM sangat rentan terjadinya kehilangan dan juga untuk mengantisipasi terjadinya gangguan jaringan ATM yang mengakibatkan para mahasiswa kewalahan untuk mengurus bukti pembayarannya. Ya, BNI selalu mengerti kebutuhan nasabahnya.

Bank yang berperan sebagai lembaga intermediasi dan pelaksana baik pada sistem penyimpanan maupun pembayaran memiliki peranan penting dalam perekonomian masyarakat. Agar pelaksanaan fungsi intermediasi dan sistem pembayaran tersebut dapat berjalan dengan efektif, maka kegiatan usaha yang dilakukan bank serta produk dan jasa yang ditawarkannya perlu diketahui dengan baik oleh masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan jasa bank tersebut, sehingga interaksi antara bank dengan masyarakat dapat berjalan dengan semestinya dimana hak dan kewajiban masing-masing pihak dapat terpenuhi.

Kebutuhan ini yang dibaca oleh Bank Negara Indonesia sebagai suatu peluang pengembangan dalam sektor pelayanan mereka terhadap masyarakat. Disamping pengembangan dalam hal teknologi dan fasilitas ATM, BNI juga berkembang dalam segi penentuan harga. Ini tampak dari kehadiran BNI Syari’ah pada tanggal 29 April 2000, yang berlandaskan pada Undang-Undang Perbankan nomor 10 Tahun 1998.

Seperti yang telah saya paparkan sebelumnya bahwa BNI hadir tidak hanya sebagai lembaga penyimpanan uang atau dana masyarakat saja, melainkan juga sebagai lembaga pengelolaan keuangan. Menurut Ligwina Hananto, ahli perencana keuangan (sumber : rizalulhak.wordpress.com) bahwa seringkali masalah keuangan muncul bukan terletak pada penghasilan yang kurang, melainkan kebiasaan yang salah dalam mengelola uang tersebut.

Ligwina memberikan beberapa kunci untuk mengelola keuangan secara sederhana :

  1. Pahami portofolio keuangan keluarga. Jangan sampai tidak mengetahui berapa isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telpon, servis mobil, anggaran belanja, jaminan kesehatan, dan lainnya. Kita harus tahu berapa tagihan kredit, cicilan rumah, atau pinjaman bank.
  2. Susun rencana keuangan atau anggaran. Rencana keuangan harus realistis. Hal ini dapat membantu kita bersikap objektif terhadap pengeluaran yang berlebihan. Tidak juga terlalu ideal, sehingga melupakan kebutuhan diri sendiri. Anggar pribadi justru harus dimasukkan, namun apapun yang dianggarkan harus realistis dan dipatuhi.
  3. Pikirkan lebih seksama pengertian antara “butuh” dan “ingin”. Tidak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tidak begitu penting. Biasanya ini dikarenakan dorongan keinginan atau nafsu semata (mata keranjang). Dalam mengantisipasi hal ini, kita bisa membuat tabel berupa data-data kebutuhan belanja, baik itu yang sesuai kebutuhan dan keinginan. Lalu, setiap kita melakukan transaksi, berikan tanda checklist (v) pada kolom yang sudah terpenuhi.
  4. Hindari hutang. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari hal sederhana yakni, tidak memiliki hutang konsumtif.
  5. Meminimalkan belanja yang konsumtif. Bertemu teman-teman lama untuk saling bertukar fikiran memang perlu. Namun, tidak juga menjadi suatu kebiasaan yang akhirnya dilakukan secara rutin. Alangkah lebih baik pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain.
  6. Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial. Susun target keuangan yang ingin diraih. Tetapkan secara spesifik, baik tujuan, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Hal ini dapat membantu kita agar fokus pada tujuan.
  7. Menabung, menabung, menabung. Change your mindset. Segera setelah menerima gaji, sisihkanlah untuk tabungan dalam jumlah yang telah direncanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga kita. Sangat disarankan untuk memiliki rekening terpisah antara tabungan jangka panjang dengan tanbungan untuk keperluan sehari-hari.
  8. Berinvestasilah. Jika memiliki cita-cita selangit, namun pada kenyataannya penghasilan kita pas-pasan . Maka, solusi yang bisa dilakukan yakni, berinvestasilah. Sangat disarankan untuk berkonsultasi pada ahlinya sebelum kita memutuskan berinvestasi dalam bentuk apa.

Semua poin ini bisa diatasi oleh produk-produk yang ditawarkan BNI. “Produk BNI yang kami tawarkan, mulai dari sebelum lahir, balita, anak, remaja, dewasa, hingga customer pebisnis pun kami punya produknya. Bahkan, untuk tabungan investasi pun BNI punya,” ungkap Bapak Zulkarnain pada saat saya wawancara sore tanggal 4 Agustus 2015 kemarin.

Beberapa Produk BNI

Beberapa Produk BNI

BNI Taplus, Milik Saya dengan Desain Batik

BNI Taplus, Milik Saya dengan Desain Batik

Pemaparan beliau menunjukkan bahwa BNI merupakan bank yang menjawab semua kebutuhan para nasabah. Baik dari segi jasa penyimpanan, keamanan transaksi, fasilitas perbankan, teknologi, hingga perencanaan masa depan seperti investasi pun mereka ciptakan dan terus berinovasi demi melayani kepuasan nasabahnya. Hal ini sesuai dengan moto Bank Negara Indonesia yakni, Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa. Maka, BNI telah berhasil memberikan pelayanan terbaik dan mendapat tempat di hati masyarakatnya, salah satunya adalah saya dan orang tua saya.

Nasabah BNI, Nuraisyah Dalimunthe

Nasabah BNI, Nuraisyah Dalimunthe

“Mama sudah ada 40 tahun lebih menggunakan BNI. Kalau dari segi keamanan penyimpanan, Alhamdulillah tidak pernah bermasalah. Bahkan kemarin sempat kartu ATM mama ketelan, terus telpon ke 1500046-nya, penanganannya langsung dan diblokir. Kalau dari segi pelayanan, jauh beda ya dengan yang dulu, seperti segi seragam sekarang lebih menarik dengan nuansa orange jadi lebih semangat. Terus dalam layanan transaksi juga lebih ramah, mereka suka nanyak mau transaksi apa jadi semacam diarahkan gitu. Dan kalau orang tua seperti mama kadang mau mereka duluankan kalau mau cetak buku, jadi enggak lama nunggu. Mama di BNI ada BNI Taplus, BNI Taplus Bisnis, dan Depo Plus. Kalau dulu sempat ada BNI Haji. Alasan mau buka deposito di BNI ya karena itu bank BUMN dan juga itu tadi mama sudah percaya dan tidak pernah bermasalah dari dulu. Terus kemarin mama juga dapat kue ulang tahun pas usia 65 tahun itu kan? Hehe, enggak nyangka. Harapannya semoga BNI semakin berinovasi dalam pelayanan nasabahnya dan semakin memberikan kemudahan dalam bertransaksi serta teknologi perbankan-nya makin canggih,” tutur wanita cantik berkerudung ungu yang sudah paruh baya ini.

BNI Taplus dan Taplus Bisnis

BNI Taplus dan Taplus Bisnis

BNI Depo Plus

BNI Depo Plus

Kue Ulang Tahun Pemberian BNI

Kue Ulang Tahun Pemberian BNI

Nah, bagaimana dengan kamu? Kalau saya sih sangat puas dengan produk, teknologi, fasilitas, dan layanan yang diberikan oleh Bank Negara Indonesia. Selamat 69 Tahun BNI, Teruslah Berprestasi dan Berbagi untuk Negeri.

Mengenal Dan Belajar Menabung, Hingga Berinvestasi Bersama BNI 46

14 Comments
  1. Yuha Azhari
    • Rizky Nasution
  2. Gita Pratiwi
    • Rizky Nasution
  3. Rudi Hartoyo
  4. Teddy
    • Rizky Nasution
  5. Edly Fachurozy
    • Rizky Nasution
  6. Adrian Bahri
  7. Wahyu Blahe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *