Seorang Biasa Berbagi Sesuatu Yang Luar Biasa

Seorang Biasa Berbagi Sesuatu Yang Luar Biasa – Setelah beberapa pengalaman yang telah dilaluinya, akhirnya dia mencapai pada satu prestasi yang membanggakan dari perjalanannya berbagi ilmu. Siapa dia? Yah, teman-teman mengenalnya dengan panggilan Wahyu Blahe. Seorang lelaki yang bernama lengkap Wahyu Hidayat kini mendapat kesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalamannya kepada 14 peserta dari 8 Universitas Negeri di Sumatera Utara.

Sebelumnya, Blahe sempat berbagi ilmu dan pengalamannya di beberapa tempat di kota Medan, bahkan di beberapa daerah Sumatera Utara. Ini menjadikan potensi Blahe semakin terasah dalam berbagi harta karun tentang dunia online yang dimilikinya. Berawal dari sebuah akun twitter yang menginformasikan berita seputar kota Medan, lelaki berparas manis ini mengungkap bahwa dia tidak pernah bermimpi ini akan menjadi sesuatu yang justru menghantarkannya menjadi seorang pembicara di beberapa tempat. Blahe lebih senang menyebut profesinya sebagai creativepreuner dan bussiness consultant.

Bagi lelaki ini, creativepreuner adalah pekerjaan yang tidak ada matinya,”kita bisa mengembangkan apa saja yang saat ini kita tekuni. Misal, dengan twitter kita bisa mengembangkannya menjadi blog. Bisa juga produksi buku, bisa jadi pembicara, bisa produksi film, dan tidak menutup kemungkinan menjadi seorang business consultant. Alhamdulillah ini terbukti dari apa yang saya fokuskan selama ini, dari beberapa pengusaha yang memberikan kepercayaan untuk promosi usahanya kepada saya, mereka berkonsultasi seputar optimasi bisnis mereka via online,” ungkap Blahe.

Seseorang yang awalnya hanya karyawan biasa dan bahkan sempat pengangguran, lantas ini tidak membuatnya terpuruk. Kini Blahe mampu bangkit dan berbagi ilmu yang luar biasa bagi lingkungannya. Keahliannya di dunia online tidak hanya terlepas creativepreuner dan bussiness consultant serta berlatarbelakang jurnalis yang dia miliki, ini menghantarkan Blahe mengukir karirnya sebagai pembicara. Selasa, 29 Oktober 2013 dalam Seminar Nasional “Jurnalisme Verifikasi”, bertempat di Gedung PBSI Pancing, Medan, Sumatera Utara, yang diselenggarakan oleh LPM Dinamika IAIN Sumatera Utara.

Wahyu Blahe Seorang Buzzer Social Media Preneur Penghargaan Pelatihan Nasional Pers Mahasiswa 2013

Penghargaan Pelatihan Nasional Pers Mahasiswa 2013

Blahe berbagi ilmu dan pengalamannya selama menjadi seorang jurnalis dan creativepreuner online. Apa sih Jurnalistik Verifikasi itu? Bagaimana sih penerapannya? Berikut ringkasan materi yang disampaikan Blahe:

Definisi Jurnalisme Verifikasi
Jurnalisme Verifikasi adalah esensi dasar dari jurnalis, yang mana memiliki fungsi sebagai cek daan ricek sebuah berita. Verifikasi adalah mencari tahu ulang terhadap sesuatu yang belum pasti kebenarannya, lalu setelah kita mendapatkan kebenarnya baru kita bisa mengembangkannya.

Cara Jurnalisme Verifikasi
Cara paling sederhananya yaitu disaat kita mendengar suatu isu, maka jangan langsung menerimanya begitu saja. Melainkan lakukan verifikasi atau mencari tahu ulang informasi tersebut. Verifikasi Jurnalistik memiliki kode etik dasar dalam penerapannya, yaitu bersikap rendah hati. Sikap ini diperlukan agar kita tidak menjadi seseorang yang paling tahu terhadap suatu berita, yang mana akan menjadikan berita kita tidak original. Catatan: jika kita sudah mendapat informasi lengkap terhadap suatu isu, maka jangan langsung dipercaya. Lakukan verfikasi terlebih dahulu tentang kelengkapan informasi tersebut.

Metode Kongkrit Jurnalisme Verifikasi

1. Penyuntingan secara skeptik:

Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Menurut kamus besar bahasa Indonesia skeptis yaitu kurang percaya, ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dsb). Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Sikap skeptik diperlukan dalam jurnalisme agar seorang jurnalis mencapai akurasi suatu berita.

2. Memeriksa Akurasi: narasumber, investigasi, refrensi, dan dokumentasi

3. Tidak Berasumsi: dengan cara mendekat pada sumber-sumber primer

Catatan: sumber informasi terbagi tiga yaitu Primer (paling dasar/utama/pokok), Skunder (tambahan), dan Tersier (cendderung tidak dibutuhkan)

Dari penjelasan yang disampaikan oleh Blahe ini dapat disimpulkan bahwa wawasan luas untuk menulis suatu berita dan verifikasi yang kuat sangat dibutuhkan agar kita menjadi seorang jurnalis yang original beritanya. Blahe juga menekankan, untuk menjadi seorang jurnalis, sikap rendah hati harus diterapkan sebelum menerapkan kode etik jurnalis, karena ini akan mempengaruhi transparansi/kejujuran dalam reportase. Sehingga ini akan menghasilkan tulisan yang lebih original.

Dalam kesempatan ini, Blahe sangat komunikatif menyampaikan materi, lelaki lincah ini mampu menghangatkan suasana Seminar Jurnalisme Verifikasi di pagi itu. Para peserta juga sangat antusias dengan pemaparan yang dia sampaikan, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta. Peserta pun mengakui bahwa waktu yang diberikan panitia sangat kurang untuk mereka mencuri harta karunnya ilmu dari seorang Blahe.

Sebagai penutup dari materi ini, Blahe berbagi beberapa tips dan trik bagi seorang jurnalis yang baik, khususnya jurnalis online, yaitu:

“Menjadi seorang jurnalis online itu tidak harus pintar. Cukup dengan baca buku, kalau tidak sempat, kalian bisa googling. Jangan pernah berasumsi, terapkan sikap rendah hati dan skeptis pada suatu informasi sebagai verifikasi, karena ini akan mengarahkan berita kalian menjadi akurat. Dalam menulis berita original ada beberapa metode untuk mengembangkannya yaitu: dari satu narasumber kembangkan jadi beberapa berita; dari satu informasi kembangkan melalui beberapa narasumber. Tips dan trik ini akan membuat tulisan/berita kalian menjadi kaya.”

Wow! Seorang Biasa Berbagi Sesuatu Yang Luar Biasa. Blahe sangat tersanjung karena mendapat kesempatan untuk bersanding materi dengan beberapa pembicara tingkat nasional seperti Meutya Hafid, M. Syahyan RW, dan Agoes Perdana. Ini suatu bukti bahwa kesuksesan bukan seberapa keras usahamu saja, melainkan seberapa fokus dan bermanfaatnya kamu terhadap lingkungan sekitar. Still inspiring ya bro Blahe. Semoga para pembaca terinspirasi dan teredukasi dengan artikel ini. Terus berbagi informasi seputar kota Medan melalui ceritamu, Cerita Medan.

6 Comments
  1. Louayy
  2. Rizky Nasution
  3. aqiqah
    • nasutionrizky
  4. castran
    • nasutionrizky

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *