Smartphone Untuk Vlogging

Di era sekarang ini siapa sih yang tidak punya smartphone? Teknologi ini bukan lagi merupakan benda mewah bagi siapa pun. Mulai dari harga 500 ribu rupiah, hingga yang berjutaan rupiah pun ada. Semua tergantung dari keunggulan fasilitas yang dimiliki oleh gawai tersebut.

Smartphone Untuk Vlogging : Yoga Aizeindra

Credit by : Pertiwi Soraya

“Kenapa namanya smartphone? Ada yang tahu?” begitu Aizeindra Yoga membuka pembahasan Vlog a New Part of Citizen Journalism dalam workshop yang digelar oleh nulis.co.id dan komunitas Forum Lingkar Pena (FLP Medan). Aku sih mencoba menjawab pertanyaan itu. Bagiku, smartphone itu adalah media teknologi yang bisa dipakai untuk menyalurkan kreatifitas kita. “Jadi, yang pintar itu bukan android-nya, tapi kita sebagai penggunanya,” tegasku menutup gagasan itu.

Credit by : Pertiwi Soraya

Credit by : Pertiwi Soraya

Faktanya hari ini gawai jadi kebutuhan primer dan sangat lekat dengan kebutuhan anak muda. Produksinya pun meningkat seiring dengan tingginya permintaan pasar. Variasi produk pun terus mengalami inovasi sejalan dengan perubahan gaya hidup dan kebutuhan pasar.

Data Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa sejak 2013 jumlah gawai yang terdiri dari smartphone, handphone, dan laptop telah melampaui jumlah penduduk Indonesia. Jumlah gawai 240 juta unit, sedangkan jumlah penduduk Indonesia sekitar 230 juta jiwa. Maka, jelaslah data ini menyimpulkan pertumbuhan gawai diperkirakan akan meningkat terus di tahun mendatang.

Bergesernya Peran Smartphone

Jika dulu peran smartphone sebatas telepon, mengirim pesan singkat, dan berinteraksi di media sosial. Kini, peranannya lebih luas lagi. Ada yang menggunakannya sebagai media kerja, media berkarya, ataupun sebagai media mengkais rezeki.

Lebih spesifik dari itu. Kini, smartphone tidak hanya diinovasi sebagai media foto saja, melainkan sudah banyak smartphone yang diinovasi dengan kecanggihan media video. Ini menunjukkan bahwa pengguna gawai saat ini sudah memiliki peningkatan kebutuhan media. Ternyata trend mengunggah foto sudah mulai bergeser, dan kini anak muda sudah masuk pada trend mengunggah video. Biasa dikenal dengan sebutan vlogging.

Credit by : Pertiwi Soraya

Credit by : Pertiwi Soraya

Menurutku, ini dikarenakan tingkat eksistensi ingin bereksplorasi di kalangan anak muda mulai meningkat. Hal ini bisa berdampak positif, bisa juga negatif. Negatif, ketika media ini digunakan hanya untuk mengunggah hal-hal yang memancing anak muda melakukan kenakalan. Tapi, bisa jadi positif, ketika mengunggah hala-hal yang bersifat edukatif, informatif, dan inspiratif.

Vlog dan Kegunaannya

Secara arti vlog itu terdiri dari dua kata, video dan blog. “Yang berarti menjadikan media video sebagai media tulis,” jelas Aizeindra Yoga. Dia juga mengatakan peran vlogging pun saat ini mulai bergeser. Jika dulu yang melakukan vlogging hanya para jurnalis media online, kini siapa pun bisa melakukannya.

Vlogging termasuk citizen journalism enggak?” tanyanya membuka pembahasan di slide berikutnya. Dia mengatakan kalau citizen journalism sudah pasti vlogging, tapi vlogging belum tentu bisa dikatakan citizen journalism. Semua tergantung dari kriteria kita dalam melakukan vlogging itu sendiri.

Credit by : Pertiwi Soraya

Credit by : Pertiwi Soraya

Berikut kriterianya :

  1. TalkingJenis ini biasanya hanya berisikan konten cuap-cuap. Rata-rata vlogger youtube menggunakan metode ini dalam membuat video blog.
  2. How to. Jenis ini biasanya berupa konten tutorial singkat, seperti tutorial hijab, tutorial gawai, tutorial kue, dan lain sebagainya.
  3. Adventure/Reality. Jenis ini tidak hanya berisi konten cerita perjalanan saja, tapi harus bersifat menginformasikan tentang lokasi wisata tersebut, mulai dari harga tiket masuk, akses menuju tempat wisata, apa saja yang ada di sana, bagaimana kondisinya, dan lain sebagainya. Jika, hanya sekedar menceritakan lokasi dan menginfokan anda di sana, bisa jadi ini tergolong ke dalam jenis talking.

Setelah kita tahu kriterianya, barulah kita tahu yang jadi manfaat dari sebuah video blog yakni, sebagai media video yang mampu merangkup narasi berita dalam bentuk audio visual. Tujuannya, untuk mempermudah warganet dalam mengkonsumsi informasi yang ingin kita beritakan.

Tahapan Membuat Video Blog

Jika selama ini kita tidak terlalu memperhatikan tahapan dari sebuah video blog, mulai dari sekarang bolehlah ya poin ini jadi perhatian. Supaya video blog kita tidak sekedar talking video. Berikut tahapan ala Aizeindra Yoga yang bisa dijadikan panduan :

  1. Prepare Content. Siapkan konten sebelum mulai memproduksi vlog, karena narasi yang bagus mampu menguatkan kualitas visual video.
  2. LocationPastikan lokasi pengambilan video bebas dari gangguan suara yang mempengaruhi hasil vlog. Solusinya bisa dengan dua cara, menggunakan alat pengeras (microphone) dan menggunakan alat perekam dari telepon genggam yang diselipkan di saku.
  3. Airplane Mode. Sangat disarankan untuk mengaktifkan mode ini, dengan tujuan untuk mengantisipasi panggilan masuk saat melakukan perekaman gambar.
  4. LandscapeSangat disarankan posisi gawai saat pengambilan gambar berada pada posisi landscape. Ini akan mempengaruhi saat mengunggahnya ke media sosial.
  5. Test Record. Ada baiknya sebelum melakukan pengambilan gambar, sangat disarankan untuk memastikan gawai bisa merekam dengan baik dan memori tidak penuh.
  6. FramingDi poin ini, kita harus memastikan posisi objek berada di tengah layar gawai ataupun 1/3 dari layar gawai. Ini posisi yang estetik untuk visual sebuah video.
  7. EditingTahap akhir dari sebuah video blog. Disarankan bagi pemula untuk menggunakan aplikasi videoshow di android kamu, karena aplikasinya sederhana dan cukup lengkap. Sedangkan dari komputer, bisa menggunakan aplikasi videomaker.
Foto Bareng nulis.co.id, FLP Medan, dan Peserta

Foto Bareng nulis.co.id, FLP Medan, dan Peserta

Nah, masih berpikir nge-Vlog itu ribet? Enggak kok. Kamu cukup mengikuti tahapan yang sudah aku paparkan di atas lhoooo.. Semoga artikel Smartphone Untuk Vlogging bisa memotivasi kita untuk nge-vlog ya kawan. Go Vlog!

One Response
  1. Pertiwi Soraya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *