TCDP : Oktober Menolak Gaptek!

TCDP : Oktober Menolak Gaptek!  Oktober, bulan dimana awal aku merasakan gabung bersama tim Armada Trainer Teknologi Informasi Komunikasi (ATTIK) di bawah program Teacher Competency Development Program (TCDP) yang diorganisir oleh Djalaluddin Pane Foundation (DPF).

Tim TCDP Pinang Awan, Labuhanbatu Selatan

Tim TCDP Pinang Awan, Labuhanbatu Selatan

TCDP yang sudah berlangsung hingga 17 angkatan ini merupakan program pembekalan guru-guru di pedalaman Kabupaten Labuhanbatu. Adapun pembekalan yang diberikan berupa soft skill seputar teknologi, informasi, dan komunikasi. Mulai dari penggunaan komputer, mengaplikasikan social media, belajar menulis kreatif, hingga membuat blog dan pengaplikasiannya.

Tujuan dilaksanakannya program ini untuk mencerdaskan pendidikan di pedesaan Labuhanbatu dan di mulai dari para guru. Dengan begitu harapannya para guru bisa turut menularkan ilmu dan kemampuan TIK mereka kepada anak-anak didiknya.

Seperti yang diketahui, teknologi tanpa pengetahuan akan membuat suatu bangsa tertinggal. Maksudnya, teknologi terus berkembang dan terus menguasai pasar dunia, salah satunya pasar dunia pendidikan. Ini berarti jika Indonesia tidak mengejar ketertinggalan tersebut, maka bangsa ini akan kalah saing dalam pasar dunia.

Apalagi saat ini pasar dunia sudah masuk ke dalam era kreatif yang mana sebelumnya hanya di prediksi pada era informasi. Pemaparan ini bisa kamu lihat secara detail di artikel Digital : Industri Kreatif Digital Komik Khas Medan.

Era kreatif sangat membutuhkan dukungan teknologi, informasi, dan komunikasi dalam kemajuan suatu pasar industri. Contohnya, sudah banyak para pelaku muda yang memilih berwirausaha dengan memanfaatkan jasa media online, dengan maksud untuk meminimkan biaya marketing produknya.

TCDP : Oktober Menolak Gaptek!

Tidak hanya itu, bahkan industri pendidikan pun saat ini sudah sangat membutuhkan peran teknologi, informasi, dan komunikasi. Jadi pertanyaannya :

APAKAH KITA HARUS BERDIAM DIRI JIKA MASIH BANYAK GURU YANG GAPTEK?

Gaptek merupakan singkatan dari Gagap Teknologi. Gaptek adalah suatu istilah yang digunakan untuk mendiskripsikan ketidaktahuan atau ketertinggalan seseorang terhadap perkembangan teknologi.

APAKAH BANGSA INDONESIA MASIH GAPTEK?

Jawabnya, iya. Hal ini tampak dari data regulasi nasional periode 2000-2015 yang saya dapat dari website Bisnis.com, menunjukkan bahwa 64 juta orang Indonesia masih gaptek.

Wajar saja jika masyarakat Indonesia masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan, karena masyarakatnya belum mampu menguasai perkembangan teknologi sehingga informasi dan komunikasi menjadi terbatas. Padahal, saat ini informasi dan komunikasi sudah lebih dominan dikuasai oleh pasar teknologi.

Mungkin ada muncul beberapa pertanyaan, “Bagaimana bisa melek teknologi, jaringannya saja enggak mendukung?” Yup, benar sekali. Memang pemerintah Indonesia belum mampu mendukung jaringan internet di banyak daerah pedalaman. Namun, bukan berarti hal ini harus diabaikan terus dan hanya berharap agar pemerintah segera menangani kondisi tersebut.

Peluang ini yang diambil oleh DPF untuk ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, khususnya bagi guru-guru di pedalaman Kabupaten Labuhanbatu. Melalui program TCDP, DPF berharap para guru di daerah mampu mengaplikasikan teknologi sehingga mereka mampu berkomunikasi secara luas dan mendapatkan informasi-informasi yang up to date.

Mungkin kamu bertanya, “Apa itu TCDP?”

Teacher Competency Development Program (TCDP) merupakan upaya kita bersama mewujudkan masyarakat pembelajar (learning society) berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Nurani Ihsani.

Adapun bertujuan untuk mengajak serta mendidik para guru agar mampu memanfaatkan perkembangan TIK dalam pembelajaran. Hal ini dilakukan dengan cara pemberian seminar, pelatihan, pendampingan, dan kontes.

Selain itu, tenaga pengajar (trainer) di TCDP merupakan anak-anak muda yang mampu menguasai TIK dan siap berbagi ilmu serta pengalamannya kepada para guru Labuhanbatu. Saya melihat DPF melakukan sistem pelatihan ini ibarat benang dirajut. Berawal dari sehelai benang, kemudian dirajut perlahan dan akhirnya menjadi sebuah shawl. DPF yakin, jika para guru di Labuhanbatu tidak gaptek lagi, maka daerah tersebut bisa maju dan berkembang serta mampu bersaing dengan daerah lain melalui anak-anak didik mereka.

Trainer TCDP : Menulis Kreatif

Trainer TCDP : Menulis Kreatif

Pergerakan sederhana yang konsisten, akan menghasilkan perubahan yang luar biasa #NR

 

Singkat kata, walapun jaringan belum sampai hingga ke pelosok daerah. Tidak ada salahnya kita sebagai penggiat TIK bergerak lebih dini untuk mendidik para guru agar mereka Melek Teknologi. Harapannya, ketika pemerintah sudah mampu memberikan dukungan jaringan hingga ke pelosok daerah, maka sumber daya manusia (SDM) sudah tidak gaptek lagi.

Ini dia suasana perjalanan saya bersama tim ATTIK Sumut pada 7 – 10 Oktober 2015 kemarin di Pinang Awan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Bertempat di Madrasah Ar- Rasyid, dengan tema Pelatihan Pemanfaatan Media Blog Dalam Pembelajaran.

Tim TCDP Labuhanbatu : Aek Nabara & Pinang Awan

Tim TCDP Labuhanbatu : Aek Nabara & Pinang Awan

Persiapan Pelatihan TCDP, 7 Oktober 2015

Persiapan Pelatihan TCDP, 7 Oktober 2015

Pemaparan Materi : Menulis Kreatif

Pemaparan Materi : Menulis Kreatif

Pemaparan Materi : Menulis Kreatif

Pemaparan Materi : Menulis Kreatif

Pemaparan Materi : Cara Membuat Blog

Pemaparan Materi : Cara Membuat Blog

Praktek Pembuatan Blog

Praktek Pembuatan Blog

Selfie Bareng Peserta TCDP

Selfie Bareng Peserta TCDP

Terima kasih Djalaluddin Pane Foundation (DPF) dan Armada Trainer Teknologi Informasi dan Komunikasi (ATTIK) Sumut yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbagi ilmu dan pengalaman tentang menulis kreatif.

Semoga artikel TCDP : Oktober Menolak Gaptek! ini dapat menginspirasi para pembaca untuk peduli dan ikut bergerak dalam pergerakan Indonesia Terdidik TIK. Salam #MenolakGaptek !

TCDP : Oktober Menolak Gaptek!

4 Comments
  1. Rizki Situmorang
    • Rizky Nasution
  2. aizeindra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *