Teknologi Komunikasi Memajukan Pendidikan Indonesia

Pendidikan adalah pondasi kemajuan suatu bangsa yang tidak akan pernah ada habisnya untuk diulas dan diperbincangkan. Pendidikan juga sebagai salah satu pembentukan karakter bangsa. Sekolah merupakan tempat dimana “Nation Builders” Indonesia diharapkan dapat berjuang membawa bangsa ini bersaing di tingkat dunia.

Sejalan dengan Asean Free Trade Area 2015, derasnya tantangan global semakin menuntut bangsa ini, khususnya anak muda untuk mampu bersaing di pasar global. Salah satu tantangan itu yakni, tantangan di dunia pendidikan, dimana para siswa/i akan dituntut untuk mendapatkan prestasi terbaik.

Akan tetapi fenomena dunia pendidikan di Indonesia masih memeiliki beragam problematika yang berkaitan dengan mutu pendidikan yakni, keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas dari guru itu sendiri yang dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan, membuat masyarakat di daerah pedalaman minim mendapatkan informasi seputar perkembangan pendidikan. Alhasil, pertumbuhan pendidikan pun tidak merata.

“Inspirator dan motivator kita itu bukan siapa-siapa, melainkan para tokoh pendidikan yang sepi dari pemberitaan, yaitu guru dan kepala sekolah di daerah pedalaman. Dengan segala keterbatasannya, mereka tanpa lelah menemukan berbagai strategi pembelajaran yang menyenangkan, bermutu dan kontekstual. Tiada kata akhir untuk menemukan cara bagaimana terus menghidupkan kultur belajar di sekolah masing-masing. Mereka tidak pernah mengeluh keadaan, bahkan semua itu dijadikan tantangan,” ungkap Prof. dr. Fasli Jalal, Ph. D, dalam sambutannya di buku Menjadi Sekolah Terbaik; Praktik-Praktik Strategis dalam Pendidikan.
Tampak bahwa salah satu masalah utama di Indonesia yakni, tidak meratanya penyebaran pendidikan bukan dikarenakan ketidaksiapan staf pengajarnya, melainkan keterbatasan sumber informasi yang dapat diakses sehingga pertumbuhan pendidikan di daerah pedalaman lebih lambat ketimbang di perkotaan.

Menurut Anies Baswedan, salah satu penggiat pendidikan di Indonesia bahwa keterbatasan akses pendidikan di daerah pedalaman adalah pangkal derasnya arus urbanisasi sehingga desa tetap mengalami keterbelakangan pendidikan. Di dalam buku Menjadi Sekolah Terbaik; Praktik-Praktik Strategis dalam Pendidikan, juga memaparkan bahwa minimnya fasilitas sekolah di pedesaan membuat para guru dan anak didiknya sangat terbatas mendapatkan pendidikan baru dan maju, salah satunya karena minimnya teknologi komunikasi di sekolah mereka.
Teknologi komunikasi secara definisi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainnya.

Perkembangan teknologi komunikasi saat ini sangat pesat dan maju. Jika pada abad 17 dan 18 masyarakat masih menggunakan pos untuk bertukar informasi, pada abad 20 justru sudah menikmati komunikasi yang dimodifikasi dengan teknologi, seperti telepon rumah, televisi, radio, fax, dan sejenisnya. Kemudian zaman berkembang lagi, kini telepon rumah sudah ditinggalkan dan manusia beralih menggunakan handphone.

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi ini dipengaruhi oleh kebutuhan akan pertumbuhan teknologi informasi. Maka dari itu, alat komunikasi semakin canggih dan bahkan bisa menjangkau ke belahan dunia manapun. Saat ini teknologi komunikasi berkembang menjadi teknologi virtual, seperti e-mail, chatting, facebook, twitter, youtube, blackberry massager, line dan sebagainya. Tidak hanya sebatas mengirim pesan dalam bentuk tulisan singkat, tetapi juga sudah bisa mengirim pesan dalam bentuk foto dan video, sehingga si penerima bisa menerima pesan tidak hanya dalam bentuk visual saja, melainkan dalam bentuk audio dan kinestetik. Hal ini dikenal dengan teknologi komunikasi digital.

Teknologi komunikasi digital telah merubah komunikasi menjadi lebih mudah, cepat dan fleksibel dalam menyampaikan informasi. Lahirnya beragam gadget dengan ukuran minimalis dengan teknologi canggih, telah menggantikan posisi kebutuhan manusia akan pos, koran dan buku, serta meminimkan pengeluaran untuk mengaksesnya.

Seharusnya perkembangan teknologi komunikasi digital ini dimanfaatkan pemerintah dalam menumbuhkan pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan mensosialisasikan penggunaan komputer dan jaringan internet pada sekolah-sekolah yang berada di pedalaman daerah. “Mengajarkan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada guru-guru di sekolah pedalaman merupakan program dari Djalaluddin Pane Foundation, agar para guru mampu mengaplikasikan komputer dan harapannya mereka bisa mengakses internet untuk mendapatkan informasi yang lebih luas,” ungkap Hj. Ir. Debby Fientya Ludiyantie Pane, salah satu putri dari (alm). Bapak Kolonel CPM (purn). DR. H. Djalaluddin Pane, SH.

Hj. Ir. Debby Fientya Ludiyantie (Tengah), Dewan Pembina Yayasan Bunda Siti Banun

Hj. Ir. Debby Fientya Ludiyantie (Tengah), Dewan Pembina Yayasan Bunda Siti Banun

Tindakan beliau ini patut untuk diadaptasi oleh siapapun dan sekolah manapun, sebab majunya kaulitas pendidikan di sekolah tidak semata-mata karena peran pemerintah saja, melainkan peran para pelaku pendidikan yakni, guru, kepala sekolah dan wali murid. Jika dari setiap para pelaku pendidikan ini bisa mengoptimalkan teknologi komunikasi dengan baik dan benar serta menjadikan media utama dalam proses belajar mengajar, maka pemerintah sangat terbantu dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Yayasan Bunda Siti Banun ini adalah salah satu sekolah di daerah yang mendapatkan program TIK dari Djalaluddin Pane Foundation. Para relawannya berasal dari anak-anak mahasiswa yang mengerti dan memahami pengoperasian komputer dan internet. Mereka sudah beberapa kali melakukan pelatihan TIK kepada guru-guru di Yayasan Bunda Siti Banun ini,” tutur Ibu Reni Kartikaningsih, S.Psi, selaku Kepala Sekolah di Yayasan Bunda Siti Banun, Rantau Parapat.

Reni Kartikaningsih S.Psi, Kepala Sekolah Yayasan Bunda Siti Banun

Reni Kartikaningsih S.Psi, Kepala Sekolah Yayasan Bunda Siti Banun

Faktanya, beberapa sekolah di daerah pedalaman telah di fasilitasi teknologi komunikasi digital, seperti proyektor, komputer dan internet. Namun, para guru tidak mahir dalam mengoperasikan semua alat ini sehingga mereka tidak menerapkannya dalam proses belajar mengajar. Pernyataan Ibu Reni Kartikaningsih, S.Psi di atas menegaskan bahwa tidak dibutuhkan tenaga ahli untuk melatih para guru di daerah pedalaman, sebab seorang mahasiswa yang mengerti untuk mengoperasikan komputer dan mengakses internet sudah cukup membantu untuk memecahkan permasalahan kualitas guru di daerah pedalaman.

Seperti yang telah dipaparkan di atas, selain kualitas guru, permasalahan tidak meratanya pendidikan juga dikarenakan keterbatasan dalam mengakses informasi. Seharusnya hal ini tidak terjadi lagi pada masa perkembangan teknologi komunikasi digital seperti saat ini. Sudah saatnya guru memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai alat komunikasi dalam proses belajar mengajar. Contohnya, penggunaan proyektor dalam melakukan presentasi, penggunaan internet dalam mengakses refrensi tugas makalah, menggunakan video dalam menarik minat siswa/i untuk fasih berbahasa Inggris, dan lain sebagainya.

“Semua kembali pada proses pembiasaan. Para guru bukan tidak mampu mengoperasikan komputer dan internet, hanya saja mereka masih gagok dan belum terbiasa untuk menggunakannya. Setelah ada program pelatihan TIK yang diadakan para relawan Armada Trainer Teknologi Informasi Komunikasi (ATTIK) Sumatera Utara, para guru beberapa sekolah di pedalaman Labuhan Batu sudah mulai terbiasa dengan komputer dan internet,” ungkap Hj. Ir. Debby Fientya Ludiyantie Pane yang juga selaku Dewan Pembina di Yayasan Bunda Siti Banun.

Beliau juga menegaskan bahwa tanpa kepedulian dari para penggiat pendidikan dan hanya berharap peran pemerintah, maka Indonesia tidak akan siap menghadapi Komunitas ASEAN 2015 mendatang. Sebab, hal utama yang harus dikuasai untuk menguasai pasar global yakni, komunikasi. Komunikasi tidak hanya sebatas bahasa, melainkan mencakup perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih. Tidak menutup kemungkinan, di tahun 2015 komunikasi yang digunakan sudah berbasis virtual communication yakni, berkomunikasi dengan orang lain secara langsung dengan menggunakan jejaring internet, contohnya skype.

Dan permasalah terakhir yakni, jumlah guru yang belum merata. Jika, tenaga guru di daerah pedalaman belum merata, bukan berarti desa itu harus ketinggalan informasi sehingga pertumbuhan pendidikan pun terhenti di sana. Saat ini banyak para penggiat pendidikan yang membentuk komunitas berbasis peningkatan kualitas pendidikan bagi kalangan masyarakat di daerah pedalaman, seperti Indonesia Berkibar, Pengajar Muda, Turun Tangan, Kelas Inspirasi, Akaddemi Berbagi dan lain sebagainya.

Komunitas ini juga bergerak dengan menggunakan social media twitter sebagai motor pergerakan aksi mereka. Bisa tidak kamu bayangkan, apa jadinya jika pemerintah berkolaborasi dengan mereka? Sudah pasti jawabannya, Indonesia akan terbebas dari problematika “jumlah guru yang tidak merata.”

Contoh lainnya yakni, Komunitas Buku Untuk Papau (@bukuuntukpapua). Komunitas ini fokus pada pergerakan membangun rumah baca untuk anak-anak Papua melalui buku yang mereka kumpulkan. Mereka melakukannya dengan cara mengajak follower melalui social media twitter untuk menyumbangkan buku, baik yang bekas ataupun baru. Saat ini sudah ada empat rumah baca yang mereka bangun di empat perkampungan, Papua.

Inilah fakta bahwa perkembangan teknologi komunikasi seharusnya bisa menunjang kemajuan pendidikan di Indonesia yakni, diawali dengan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM). Baik itu para pendidik, ataupun masyarakat sebagai pihak pendukung keberlangsungan pendidikan di daerah pedalaman. Sudah saatnya pemerintah, para pelaku pendidikan dan masyarakat saling bersinergi demi memajukan pendidikan Indonesia dengan memanfaatkan peran teknologi komunikasi.

17 Comments
  1. UNOAINII
  2. NETRevis
  3. ary
  4. nada gultom
  5. Dewi
  6. Ghofurdwiyanto
  7. nurhadi pratama
  8. rakhmad
  9. uunnisti
  10. Rinrin Rinjaniah
    • Rizky Nasution
  11. Sabilla yassarah
  12. Alia
  13. Zee
  14. mahdiyyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *