Teknologi Komunikasi Solusi Bagi UMKM

Berbicara tentang bisnis berarti berbicara bagaimana anda mampu memperkenalkan produk yang ditawarkan. Dalam menawarkan suatu produk, anda tidak akan terlepas dari yang namanya komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari satu orang ke orang lain untuk memberitahu, berpendapat, mengubah sikap atau prilaku, baik secara langsung ataupun dengan menggunakan media (alat) penyampaian pesan.

Teknologi Komunikasi Solusi Bagi UMKM

Teknologi Komunikasi Solusi Bagi UMKM

Media komunikasi yaitu semua sarana yang dipergunakan untuk memproduksi, mereproduksi, mendistrribusi atau menyebarkan dan menyampaikan informasi. Beragam media komunikasi yang bisa digunakan dalam proses penyampaian pesan diantaranya, media audio (seperti; telepon dan radio), media visual (seperti; brosur dan koran) dan media audio-visual (seperti; televisi dan video).

Seiring berkembangnya zaman, teknologi komunikasi terus berkembang pesat sehingga media komunikasi semakin beragam. Jika dahulu komunikasi yang digunakan bersifat monolog yakni, penyampaian pesan satu arah. Justru saat ini komunikasi bertransformasi menjadi komunikasi dialog yakni, bersifat dua arah.

Beragam media komunikasi dialog lahir dan menguasai teknologi komunikasi saat ini. Teknologi ini biasa dikenal dengan sebutan social media, seperti facebook, twitter, youtube, instagram, path, line, blackberry massager (BBM), google plus, blogspot, wordpress, skype dan lain sebagainya, sehingga kebutuhan akan komunikasi menjadi lebih mudah, cepat dan efesien.

Perkembangan teknologi komunikasi ini membuat para pebisnis beralih untuk menggunakan social media sebagai alat komunikasi dalam mempromosikan produk yang mereka tawarkan, khususnya bagi para pebisnis kecil yakni, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sebagian besar dari mereka mengakui bahwa social media merupakan alat komunikasi yang paling cepat, mudah, murah dan efesien.
Cepat, karena tidak membutuhkan waktu untuk memproduksi iklan dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.
Mudah, karena untuk mempromosikan produk cukup dengan memfoto atau merekam, kemudian di publikasi.
Murah, karena tidak butuh biaya besar untuk mengeluarkan biaya produksi iklan dan hanya bermodalkan kuota modem.
Efesien, karena low budget dan high impact. Maksudnya, dana promosi minim, tapi respon dari konsumen lebih cepat diterima dan terukur.

Siapa yang tidak kenal dengan Keripik Maicih? Hampir di seluruh nusantara ini orang telah mengenal brand tersebut. Sebuah produk keripik singkong yang kalau difikir-fikir tidak ada bedanya dengan keripik singkong yang di jual di pasaran ataupun warung-warung kelontong. Tapi, Reza Nurhilman selaku owner dari brand ini mampu menyajikan produk keripik singkong lebih menarik dan eksklusif, serta memiliki news value untuk diangkat ke media massa.

Berawal dari menjajakan dagangannya dengan menggunakan sistem Word-of-Mouth (WOM), kemudian Reza beralih dengan menggunakan social media yakni, twitter. Social media twitter digunakan Reza sebagai motor bagi media promosi produk Maicih. Contohnya, ia selalu menginformasikan pada konsumennya (dalam hal ini follower) tentang keberadaan mobil distributor Keripik Maicih yang sedang mangkal. Ini keunikan Reza dalam mendistritbusikan produknya, dimana ia mampu memanfaatkan kemudahan dari social media.

Hal serupa juga terjadi pada dua pengusaha UMKM di Sumatera Utara, khususnya kota Medan. Windi Septia Dewi, perempuan berusia 23 tahun yang akrab disapa Windi itu memulai karirnya dengan berjualan teri. Dalam wawancara saya di siang itu, Windi menceritakan awal mula ia membangun usaha ini. “Sejujurnya Windi kan seorang penyiar, tapi karena Windi tamatan Sarjana Ekonomi, jadi enggak sah saja kalau enggak punya usaha,” ungkapnya sambil tertawa geli.

Windi Septia Dewi, Owner Teribajak Medan

Windi Septia Dewi, Owner Teribajak Medan

Windi juga mengakui alasan ia memilih teri sebagai produk olahan, berangkat dari pengalamannya selama menjadi Master Ceremony (MC) di berbagai acara. Ketika itu teman-temannya yang berasal dari luar kota acapkali mencari Teri Medan sebagai oleh-oleh khas Kota Medan. “Banyak sih teri khas Medan yang dijual di pasaran dan toko-toko. Tapi belum ada yang di brand dan di packaging seperti yang Windi lakukan sekarang,” ulasnya kembali. Selain itu, Windi juga mengakui bahwa produk teri merupakan oleh-oleh khas Medan yang memiliki banyak peminat sehingga jika produk ini dikemas lebih menarik bisa memiliki nilai jual yang tinggi.

Windi yang baru memulai usaha sejak 17 Juli 2013 ini menjelaskan bahwa awal mula ia mempromosikan produknya tersebut melalui social media yakni, toko bagus dan kaskus. Promosi di media tersebut tidak berlangsung lama dan hanya berlangsung tiga bulan pertama. Akan tetapi, penjualan yang ia hasilkan lumayan banyak untuk kategori pemula. Bekisar tiga pax dalam satu hari pemesanan. “Yah, walaupun pas itu kemasan yang Windi gunakan masih pakai plastik biasa dan brand masih menggunakan Teri Medan,” lugas perempuan manis berkerudung pink ini.

Setelah melihat dampak dari penggunaan jasa toko bagus dan kaskus, Windi mulai mencoba memikirkan nama brand dan mulai membuat logo. Sekitar satu minggu ia memikirkan nama usahanya, akhirnya Windi memutuskan untuk menggunakan brand Teri Bajak Medan. “Nama itu diambil dari nama jalan rumah Windi, Bajak Lima,” tuturnya. Logo yang ia desain pun berbentuk gambar ikan.

Teribajak Medan dalam Kemasan

Teribajak Medan dalam Kemasan

 

Setelah brand dan logo sudah ada, Windi mengaku bahwa ia mulai mencoba untuk memasarkan usahanya sendiri. “Karena saat itu belum punya dana besar untuk buka toko, jadi yah coba mulai dari twitter sih kak. Soalnya belajar dari pengalaman di toko bagus dan kaskus,” ujar anak pertama dari dua bersaudara ini. Lalu Windi pun beralih dengan menggunakan social media twitter dan facebook.

Dalam menghasilkan foto produk, Windi mengakui kalau awalnya ia menggunakan kamera digital standar dan meng-upload foto dengan menggunakan teknologi komputer. “Pakai itu karena dulu Windi belum punya android kak, jadi mengerjakannya manual,” jelasnya. Tapi selang beberapa bulan Windi menyadari bahwa teknologi komunikasi semakin berkembang dan media-media komunikasi terbaru pun bermunculan.

Berawal dari laptop akhirnya beralih ke teknologi android. Windi mengaku dengan android ia bisa lebih mobile dan fleksibel dalam meng-update produk-produknya. “Sebenarnya beli android ini karena tuntutan usaha juga kak, disamping mudah di bawa kemana-mana, juga karena melihat orang-orang sudah beralih menggunakan social media instagram,” ulasnya. Alasan ini yang memperkuat Windi beralih menggunakan android.

Keberadaan android baginya tidak sebatas untuk memanfaatkan social media instagram saja, melainkan juga untuk menghasilkan video singkat tentang presentasi brand dan produknya. Bagi Windi, perkembangan teknologi komunikasi sangat membantu kemajuan usahanya saat ini. Hal ini tampak dari semakin kreatif metode yang ia gunakan dalam melakukan promosi. Dan dampaknya, ia memiliki konsumen yang sangat bervariasi, baik dalam negeri hingga luar negeri sekalipun, seperti Paris, Singapore, Malaysia dan Mekkah.

Testimoni Teribajak Medan

Testimoni Teribajak Medan

Tidak hanya dalam hal promosi, pada laporan keuangan pun Windi sudah menggunakan Microsoft Excel dalam memudahkan hasil laporannya. Ia mengakui sangat terbantu dengan kemudahan teknologi ini. “Kalau menggunakan program ini kan lebih mudah untuk kalkulasinya kak, tinggal input data, terus buat rumus, udah deh otomatis totalnya keluar,” paparnya.

Berbeda dengan Windi, di lain waktu saya mewawancarai seorang anak muda berusia 20 tahun, bernama lengkap Andrianus Vito Donato Sinaga. Dikediamannya, pria pemiliki akun twitter @vitoosinaga ini mengakui bahwa ia sudah memiliki program keuangan sendiri dan sudah tidak lagi menggunakan Microsoft Excel dalam pembukuan. “Aku memilih menggunakan program keuangan karena pengen lebih mudah saja kak, enggak perlu rumus untuk mengerjakannya. Tinggal input kode barang, otomatis harga dan ukuran sudah muncul,” jelas pria yang memiliki usaha klotingan dengan brand Punya Medan ini.

Secara promosi produk, Vito tidak jauh berbeda dengan Windi hanya saja ia memulai usahanya melalui berawal dari jejaring website. “Awalnya karena aku sering buatkan website untuk usaha orang kak, tapi tiba-tiba terbersit, kenapa enggak buat usaha online sendiri? Karena usaha baju online paling mudah menurutku dan belum ada yang melihat peluang dengan cara social media, ya aku maenkanlah kak” tegas mahasiswa Sistem Informasi, Mikroskill Medan.

Meskipun saat itu twitter dan facebook belum ia manfaatkan sebagai media promosi produknya, Vito mengaku bahwa kesadaran akan social media twitter dan facebook timbul setelah 2-3 bulan dari pemakaian website, itu dikarenakan jumlah visitor yang sangat sepi. Peralihan ini membawa dampak positif bagi usahanya, baik dari segi profit, juga dari segi peningkatan visitor di www.punyamedan.com.

Selain sebagai media promosi produk dan website, Vito juga memanfaatkan social media sebagai tempat merekrut anggota. “Punya Medan terdiri dari tiga orang kak, ada aku sebagai owner, Bro Amin sebagai manajer keuangan dan Lukis sebagai desainer, dan aku kenalan sama mereka dari Kaskus,” tutur pria kelahiran Jakarta ini. Hal ini membuktikan bahwa kecanggihan teknologi komunikasi mampu memudahkan akses dalam menemukan mitra kerja.

Owner Punya Medan ini mengaku bahwa kecanggihan teknologi komunikasi saat ini banyak memberi kelebihan dan kemudahan dalam memajukan usahanya, baik dari segi desain, promosi, survei produk, hingga meningkat product branding. “Bahkan saat ini aku sudah punya aplikasi sendiri di android, namanya Punya Medan juga kak. Yah, fungsinya untuk memudahkan orang menemukan toko aku dan info update produk-produk ku. Selain itu, aku juga ada produksi beberapa video produk, mulai yang dari animasi ataupun enggak. Tujuannya sih kalau ketemu customer cukup bawa android, aku sudah bisa mengaksesnya di youtube” ungkap Vito yang baru memulai usahanya di akhir tahun 2010.

Vito Sinaga, Owner Punya Medan

Vito Sinaga, Owner Punya Medan

Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat telah memberi pelayanan yang lebih praktis bagi kedua pengusaha muda ini, baik dari segi ukuran hingga fungsinya. Beragam teknologi yang berbentuk minimalis pun menjadi pilihan mereka. Hal ini tampak dari transformasi gadget yang mereka gunakan, mulai dari blackberry, android, tab hingga iphone.

Bahkan belakangan ini hampir semua gadget sudah memiliki aplikasi Microsoft yang langsung tersedia tanpa harus anda download lagi. Singkat kata, anda sudah tidak perlu berat-berat lagi untuk membawa laptop pada saat harus melakukan presentasi di depan konsumen. “Jadi sekarang cukup memanfaatkan gadget yang ada saja kak, enggak perlu bawa laptop lagi kemana-mana. Dengan gadget ini, semua sudah ada dalam genggaman,” jelas Vito yang sudah mendistribusikan produknya hampir ke seluruh Indonesia.

Setelah sesi wawancara dengan mereka, saya penasaran dan coba membuat eksperimen kecil untuk membuktikan opini kedua anak muda ini. Eksperimen ini saya lakukan pada alat komunikasi blackberry dengan melakukan kuis tebak display picture, yang mana foto yang saya tampilkan merupakan salah satu anak muda yang cukup terkenal di Kota Medan, khususnya di kalangan social mediapreuner, ia adalah Wahyu Blahe.

Berikut contoh eksperimen saya :

Wahyu Blahe, Social Mediapreuner

 

Respon pada kuis yang saya buat ini berjumlah 15 chat, dan ada 3 chat yang menjawab benar. Namun, hanya ada satu orang yang menjawab dengan tepat dan saya memutuskannya sebagai pemenang. Kemudian, chat si pemenang saya post kembali sebagai display picture untuk mengumumkan pemenang.

Beragam respon saya terima dan ini saya jadikan kesimpulan bahwa kedua opini anak muda ini mengenai pemanfaatan teknologi komunikasi sebagai motor dari usahanya adalah benar. Mengapa? Karena, komunikasi menjadi lebih mudah, cepat dan efesien. Ada beberapa hal yang bisa saya simpulkan dari hasil eksperimen ini yakni, gunakan display picture dan bahasa marketing yang bisa menarik perhatian banyak orang.

Pengalaman dari kedua anak muda ini seharusnya sudah bisa menjawab keresahan para pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya bagi pengusaha pemula bahwa untuk memulai suatu usaha tidak harus berawal dari punya toko. Namun, bagi anda yang belum punya toko tapi sudah memulai usaha dengan sistem offline, maka sudah saatnya anda mengembangkan usaha dengan menerapkan sistem online.

Apalagi saat ini sudah banyak provider yang menawarkan beragam kemudahan fitur yang bisa didapatkan dalam satu paket data, salah satunya XL. Provider ini memiliki dua sistem pembayaran pulsa yakni, prabayar dan pascabayar. Di samping itu ada beberapa fitur yang XL tawarkan seperti internet & blackberry, paket internasional, M-Ads, XL Asuransi, My XL, XL Star, dan fitur digital. Ini menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, sebenarnya anda telah meminimalkan budget promosi usaha, sebab hanya dengan Rp 55.000,- anda telah bisa menikmati paket internet unlimited di XL.

Maka dapat disimpulkan manfaat dari penggunaan teknologi komunikasi, diantaranya :
Tidak harus punya toko untuk memulai usaha, sebab toko sudah bisa dalam genggaman.
Mudah mendapatkan dan memperluas konsumen. Contohnya, blackberry.
Mudah membentuk jejaring usaha. Contohnya, android yang memilki aplikasi line.
Minim budget untuk promosi produk (iklan).
Bisa menjadi media survei produk.

So, masih menunggu punya toko dulu untuk memulai usaha? Masih stagnan untuk mengembangkan usaha? Solusinya, manfaatkan kecanggihan teknologi komunikasi yang ada saat ini dalam memulai dan memajukan usaha anda. Sebab, negara maju adalah negara yang memiliki 80% pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Yuk! dukung perkembangan UMKM di Indonesia melalui pemanfaatan transformasi teknologi komunikasi.

12 Comments
  1. NETRevis
  2. ary
  3. nada gultom
  4. Dewi
  5. Ghofurdwiyanto
  6. uunnisti
  7. Sabilla yassarah
  8. Zee
  9. mahdiyyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *