Wisata Murah Bareng Sahabat Blog M

Terkadang kita butuh sedikit rehat dari kepenatan aktifitas kota yang terlalu padat dan semrawut ini. “Kamu stress, banyak masalah, dan merasa kurang bahagia? Mungkin kamu butuh piknik” kalimat ini merupakan himbauan kepada kita yang mungkin sudah terlalu penat dengan rutinitas sehari-hari, agar kita tidak lupa untuk bahagia.

Wisata Murah Bareng Sahabat Blog M

Berwisata adalah salah satu cara yang banyak dipilih orang untuk memulihkan kembali energi positif mereka. Dengan berwisata berarti kita sejenak meninggalkan rutinitas dan beralih kepada kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Ada yang memilih bermain dengan alam, ada yang hanya duduk santai di taman sambil piknik, ada pula yang memilih olahraga ataupun sekedar berwisata kuliner.

Bagiku berwisata itu penting, karena dengan berwisata aku akan merasa 25% tampak lebih muda, 25% membuat aku lebih sehat, 25% merasa kembali bahagia, dan 25% membuatku semakin pandai bersyukur. Bagaimana dengan kamu? Hm, apapun alasan kamu berwisata itu tidaklah penting. Hal yang terpenting adalah jangan sampai kamu lupa untuk bahagia.

Bagi sebagian orang jika ditanya ingin berwisata kemana, mereka biasa menjawab ingin ke Bali, Jogja, Jakarta, Bandung, Malang, Bangka – Belitung, Padang, Toraja, dan lain sebagainya. Ya, memang diakui sih destinasi itu memang surganya para wisatawan. Tapi bagaimana dengan kamu yang minim budget, namun ingin sekali berwisata. Ya…supaya enggak dibilang kurang piknik. Ehehe.

Nah, aku akan membagi sedikit cerita perjalanan wisata ku kemarin bareng para sahabat Blog M. Beragam cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan wisata menyenangkan dan tak harus mahal. Semoga ceritaku ini bisa menginspirasi cara kamu memilih wisata yang seru dan hemat di kantong.

KSATRIA SUNGGAL

Nama yang cukup unik dan sesuai dengan konten wisata yang mereka tawarkan. Ksatria Sunggal, dari tempat ini aku memulai cerita perjalanan wisata bareng para sahabat Blog M, tepatnya tanggal 3 Januari 2016 dan dipandu oleh admin @MedanWisata. Padahal waktu itu aku baru saja tiba di Medan pukul 03.00 pagi, dengan kondisi badan yang sebenarnya masih sedikit letih dari sisa perjalanan wisata ke Banda Aceh.

Arena Panahan Ksatria Sunggal

Arena Panahan Ksatria Sunggal

Namun, hal itu tak luput membuat semangat ku untuk melanjutkan wisata bareng para sahabat Blog M. Ya, wajar saja karena aku sangat penasaran dengan tempat latihan panahan ini. Seperti yang kita tahu, alat perang seorang ksatria adalah panah. Sedangkan, lokasi tempat latihan panahan ini terletak di daerah kecamatan Medan Sunggal. Maka dari itu, pemilik usaha ini menamakannya, Ksatria Sunggal.

Bagi kamu yang masih pemula, sangat disarankan untuk berlatih olahraga panah di Ksatria Sunggal ini. Disamping tempatnya yang luas dan terbuka. Retribusinya pun tergolong sangat murah. Ya, hanya Rp 300,-/ anak panah. Tempat ini terbuka untuk segala usia. Cocok untuk wisata keluarga juga.

Selain itu, panahan bisa menjadi pilihan wisata yang tak hanya menyegarkan tubuh saja, melainkan juga fikiran dan kantong. Tapi, sangat disarankan untuk membawa konsumsi sendiri. Sebab, di tempat ini belum terdapat warung ataupun cafe yang menjual makanan dan minuman. Penasaran dengan detail lokasi dan suasana tempatnya? Selengkapnya kamu bisa cari tahu di www.medanwisata.com : Tempat Latihan Memanah di Medan.

DURIAN PELAJAR

Setelah letih latihan panahan. Selanjutnya, admin Medan Wisata mengajak kami “nge-duren,” istilah yang kerap kali digunakan masyarakat Kota Medan jika ingin membeli durian. Ya, siapa yang tak kenal dengan wisata kuliner khas Medan yang satu ini. Durian Pelajar, sebuah nama yang tak asing lagi bagi masyarakat Kota Medan. Letaknya yang berada di Jalan Pelajar dan dekat Stadiun Teladan ini, membuatnya sangat dikenal dengan sebutan Durian Pelajar.

Kuliner Medan, Durian Pelajar

Kuliner Medan, Durian Pelajar

Tidak hanya satu penjual yang bisa ditemui di tempat tersebut. Namun, ada banyak penjajak durian yang bisa kita pilih secara bebas, sesuai selera. Pastinya, harga yang kita dapatkan akan sedikit lebih murah daripada penjual durian lainnya di Kota Medan.

Hanya dengan Rp 20.000,-/ buah, kita sudah bisa menikmati durian khas Medan tersebut. Mulai dari rasa manis, panas, ataupun pahit. Semua pilih sesuai selera. Namun, yang membedakan durian ini dengan yang lainnya, mereka tidak menggunakan sistem jaminan ganti buah jika ada daging durian yang busuk ataupun enggak sesuai permintaan kita. Hm, sudah pasti ada harga, ada rasa.

WISATA KOTA SIANTAR

Di tanggal yang berbeda, aku bersama para sahabat Blog M melanjutkan cerita perjalanan wisata kami ke Kota Siantar. Tanggal 16 Januari 2016, tepatnya hari pernikahan sahabat kami Santo dan Jannah. Ya, disamping menghadiri pernikahan mereka, kami juga mengatur waktu untuk mengeksplorasi beberapa wisata yang ada di kota tersebut. Pastinya dong kami tak mau rugi sudah jauh-jauh ke Siantar tapi enggak menyempatkan untuk wisata. “Yes, liburan lagi!” gumamku dalam hati.

“Kak Kiky pengen ke Sidamanik woy. Pengen foto di kebun teh katanya. Demi permintaan sang kakak. Awak penuhilah,” guyon Yuha, salah satu admin akun @CakCobak yang mencoba menghibur hatiku agar enggak merajuk, karena destinasi ke kebun teh hampir batal.

Hampir sama dengan perjalanan menuju Banda Aceh, perjalanan menuju Kebun Teh Sidamanik pun dimanjakan dengan pemandangan sawah, gunung, dan perkampungan. Hanya saja yang membedakan, jalanan menuju kebun teh Sidamanik masih terdapat beberapa titik yang berlubang. Maka, sangat disarankan untuk menggunakan kendaran sejenis Xenia dan pastikan juga mobil kamu dalam keadaan sehat, sebab disepanjang jalan tidak terdapat bengkel dan juga minimnya lampu jalan.

Pemandangan Menuju Kebun Teh Sidamanik

Pemandangan Menuju Kebun Teh Sidamanik

Sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya kami tiba di Kebun Teh Sidamanik. “Waaaahhh, segernya mata awak tengok yang ijo-ijo gini,” teriakku sambil menghirup udara segar pegunungan kebun teh tersebut. Sekilas kebun ini seperti kebun teh yang ada di Kota Bandung, hanya saja yang ini milik PTPN dan tatanannya tidak serapi perkebunan teh yang ada di Kota Bandung. Meskipun begitu, ini sangat cukup membantu menyegarkan mood ku kembali.

Pemandangan di Kebun Teh Sidamanik

Pemandangan di Kebun Teh Sidamanik

Foto Bareng di Kebun Teh Sidamanik

Foto Bareng di Kebun Teh Sidamanik

Setelah menghabiskan 15 menit mengabadikan pemandangan di Kebun Teh Sidamanik. Kami melanjutkan perjalanan wisata menuju Pemandian Simatahuting. Siapa lagi kalau bukan di pandu bersama admin kece Medan Wisata. Perjalan dari Kebun Teh Sidamanik menuju Pemandian Simatahuting memakan waktur sekitar 15 menit.

Awal masuk ke Pemandian Simatahuting memang tampak biasa saja. Namun, semua itu buyar seketika aku melihat betapa jernihnya air di tempat pemandian ini. Ya, wajar saja airnya bersih, ternyata air di pemandian ini berasal dari mata air di kaki gunung Sidamanik.

Jalan Masuk ke Pemandian Simatahuting

Jalan Masuk ke Pemandian Simatahuting

Foto Bareng di Pemandian Simatahuting

Foto Bareng di Pemandian Simatahuting

Belum ada rasa ingin menyemplungkan diri ke dalam pemandian tersebut. Di Pemandian Simatahuting aku hanya menghabiskan waktu untuk berfoto-foto saja. “Yok, kita ke Pemandian Bah Damanik aja. Mungkin kalau di sana kelen lebih ngiler untuk nyemplung,” ajak Rudi, si Founder website Medan Wisata.

Pemandian Simatahuting

Pemandian Simatahuting

Wisata Murah Bareng Sahabat Blog M

Pemandian Bah Damanik yang terletak berseberangan dengan Pemandian Simatahuting ini membuat kawasan wisata ini mulai diminati tidak hanya oleh masyarakat Kota Siantar saja, melainkan juga dari luar Kota Siantar. “Dulu awal aku ke sini sih belum rame kak, sejak aku mulai posting di website Medan Wisata. Pengunjungnya mulai rame kek ginilah,” jelas Rudi saat kami berjalan menuju Pemandian Bah Damanik.

Pemandian Bah Damanik

Pemandian Bah Damanik

“Masya Allah, ini mah keren!” sanjungku. Aku tak menyangka bakal ada pemandian yang sejernih ini di Kota Siantar. Pemandian Bah Damanik sedikit berbeda dengan Pemandian Simatahuting. Di Pemandian Simatahuting, tempatnya berupa kolam. Sedangkan di Pemandian Bah Damanik, seperti pemandian para putri kayangan. Ya, air yang bersumber dari mata air yang mengalir, dikelilingi pemandangan hutan dan air terjun buatan, serta desain bambu yang menambah ke-khas-an tempat ini dengan konsep back to nature.

“Ayo kak, sini ikut turun. Nyebur kak, nyebur,” ajak Rudi, Yuha, dan Mas Ramli. Awalnya aku enggan untuk nyebur. Tapi, karena kejadian lucu yang tanpa sengaja Iyah (sahabatku) terpeleset dan nyemplung. Akhirnya, aku dan Ririn pun memutuskan untuk ikutan nyebur. Sayang rasanya jauh-jauh ke Pemandian Bah Damanik kalau tidak menikmati sejuknya mata air di pemandian yang dinginnya membuat mengigil ini.

Foto Bareng di Pemandian Bah Damanik

Foto Bareng di Pemandian Bah Damanik

Wisata pemandian ini tidak semahal wisata air pada umumnya. Kita cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp 5.000,-/ orang dan sudah bisa menikmati dua pemandian sekaligus. Kamu juga tidak perlu khawatir kelaparan, karena di tempat ini sudah ada fasilitas warung makannya juga. Jika kamu ingin tahu lebih detail seperti apa tempatnya, silahkan baca di www.medanwisata.com : Membeku Dalam Kejernihan Pemandian Alam Simatahuting.

Tanpa terasa sudah satu jam lebih kami menghabiskan waktu bermain air, bercanda tawa, dan ber-selfie ria di Pemandian Simatahuting dan Pemandian Bah Damanik. Akhirnya, hujan jua yang menyadarkan kami untuk bergegas pulang.

Suasana hujan kala itu semakin membuat tubuh menggigil kami semakin bertambah dingin. “Woy, lapar woy. Cemana kalo kita cari makan yang hangat-hangat? Nge-bakso enak nih la woy,” ujar Yoga, yang akhirnya kami sepakat dengan usulannya.

Baju Etnik di Warung Bakso Deli

Baju Etnik di Warung Bakso Deli

Sekitar 45 menit perjalanan dan kami pun sampai di wisata kuliner Siantar, Warung Bakso Deli. “Warung Bakso Deli ini sangat terkenal di Siantar kak. Harga enggak mahal, rasanya maknyus kak,” rekomendasi Yuha, si komentator kuliner dan juga Founder www.cakcobak.com.

Wisata Murah Bareng Sahabat Blog M

Semangkuk Bakso Deli, kita hanya mengeluarkan budget seharga Rp 17.000,- dan benar kata Yuha, rasanya maknyus. Bakso bisa dipilih sesuai selera, bisa dengan mie bihun atau mie kuning, bisa juga dicampur keduanya. Juaranya dari Bakso Deli ini yaitu taburan lemak sapi yang cukup banyak, membuat aroma kaldu dari kuahnya sangat berasa. Hm, bagi kamu yang melintasi Kota Siantar, jangan lupa untuk mencicipi kuliner yang satu ini ya.

Nah, begitulah cerita perjalanan wisata aku bersama para sahabat Blog M. Terima kasih pemandu wisata kami, adek Rudi si admin @MedanWisata. Terima kasih pemandu kuliner kami, adek Yuha si admin @CakCobak. Terima kasih tukang jepret kami, mas Ramli si admin @FotografiMedan. Terima Kasih juga buat adek Yoga si admin @KomburKali, yang selalu saja mencairkan suasana walaupun terkadang candaannya #tahapahapa. Ditunggu trip wisata berikutnya yes!

Demikianlah artikel Wisata Murah Bareng Sahabat Blog M. Semoga bisa membuka wacana baru bagi para pembaca kalau berwisata itu enggak perlu mahal. Semoga menginspirasi!

18 Comments
  1. Molly
    • Rizky Nasution
  2. Rudi Hartoyo
    • Rizky Nasution
  3. fajar siagian
  4. Pertiwi Soraya
  5. Eko Surya
    • Rizky Nasution
  6. IYAH
    • Rizky Nasution
  7. Ririn
    • Rizky Nasution
  8. Medanfoodblog
  9. wiwik
    • Rizky Nasution

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *